Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperkuat hilirisasi potensi daerah untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat melalui Gelar Kapasitas Daerah 2026.

"Kegiatan peningkatan nilai tambah kapasitas daerah yang kita laksanakan hari ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menghadirkan pameran, edukasi, diskusi, promosi, dan kegiatan kreatif lintas perangkat daerah, kata Asisten Administrasi dan Pembangunan Setda Kalbar Heronimus Hero I Pontianak, Kamis.

Hero mengatakan Gelar Kapasitas Daerah tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi ruang memperkenalkan potensi daerah, meningkatkan pengetahuan masyarakat, memperluas jejaring, dan memperkuat kolaborasi.

“Dengan kegiatan ini menjadi ruang perangkat daerah untuk berbagi informasi, pengetahuan, dan program kepada masyarakat," tuturnya.

Salah satu agenda utama ialah Pekan Produk Kelautan dan Perikanan yang mengangkat tema hilirisasi sektor kelautan dan perikanan menuju kemandirian pangan dan ekonomi berkelanjutan. 

Kegiatan tersebut menghadirkan pameran produk, talkshow, edukasi konsumsi ikan, serta demonstrasi pengolahan hasil perikanan.

Heronimus mengatakan pameran kearsipan menjadi pengingat bahwa arsip merupakan sumber informasi, bukti sejarah, dan memori kolektif yang penting bagi pembangunan daerah. 

"Seluruh rangkaian kegiatan diharapkan memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus mendorong masyarakat bangga terhadap potensi, budaya, dan karya masyarakat Kalbar," tuturnya.

Di tempat yang sama, Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kalbar Erlina Ria Norsan mengatakan pengembangan sektor perikanan harus berjalan seiring dengan upaya membangun budaya makan ikan, terutama bagi anak-anak sebagai bagian dari pemenuhan pangan sehat dan bergizi.

"Berbicara masalah perikanan, kita tidak hanya berbicara tentang produk kelautan dan perikanan, tetapi juga tentang bagaimana ikan semakin dekat dengan keluarga, semakin dikenal dan disukai masyarakat, serta menjadi bagian konsumsi pangan yang sehat dan bergizi," tuturnya.

Menurut Erlina, hilirisasi produk perikanan dapat memberikan nilai tambah sekaligus membuka peluang usaha bagi UMKM, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, dan menghadirkan produk olahan yang lebih beragam, praktis, menarik, serta sesuai selera masyarakat.

Ia mengajak pemerintah, sekolah, UMKM, dan keluarga memperkuat kampanye gemar makan ikan sekaligus mendorong inovasi pengolahan produk perikanan lokal agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Sementara itu, Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan momentum kemerdekaan harus diisi dengan pembangunan sesuai kapasitas masing-masing, termasuk mengoptimalkan kekayaan sumber daya Kalbar di sektor pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan, UMKM, serta industri kreatif.

“Potensi tersebut harus terus kita dorong agar tidak berhenti sebagai komoditas, tetapi berkembang menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing serta akses pasar yang lebih luas,” katanya.

Pewarta: Rendra Oxtora dan Sucia Lucinda
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.