Keberadaan stasiun terintegrasi menjadi solusi bagi tingginya mobilitas masyarakat
Surabaya (ANTARA) - KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat sebanyak 46 ribu penumpang Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dan KA Commuter atau lokal memanfaatkan 18 stasiun terintegrasi di Jawa Timur setiap hari.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan jumlah tersebut mencerminkan tingginya pemanfaatan integrasi layanan KA Jarak Jauh dan KA Commuter atau lokal untuk mendukung mobilitas masyarakat di Jawa Timur.
"Sehari rata-rata sekitar 46 ribu untuk total KAJJ dan KA Commuter di 18 stasiun," kata Mahendro saat dikonfirmasi ANTARA di Surabaya, Selasa.
Ia menjelaskan, integrasi layanan tersebut merupakan bagian dari upaya KAI memperkuat konektivitas transportasi berbasis rel agar pelanggan dapat melanjutkan perjalanan secara praktis dan efisien tanpa harus berganti ke moda transportasi lain.
Sebagai bagian dari penguatan konektivitas tersebut, kata dia, hingga saat ini sebanyak 18 dari total 40 stasiun yang melayani naik dan turun penumpang di wilayah Daop 8 Surabaya telah terintegrasi dengan layanan KA Commuter atau lokal.
Stasiun tersebut, lanjutnya, meliputi Surabaya Kota, Surabaya Gubeng, Wonokromo, Mojokerto, Waru, Sidoarjo, Surabaya Pasarturi, Lamongan, Babat, Bojonegoro, Bangil, Lawang, Malang, Malang Kotalama, Kepanjen, Sumberpucung, Kesamben, dan Wlingi.
"Keberadaan stasiun terintegrasi menjadi solusi bagi tingginya mobilitas masyarakat karena pelanggan dapat melanjutkan perjalanan menggunakan KA Commuter atau lokal maupun KA Jarak Jauh dengan lebih mudah," ucapnya.
Integrasi tersebut, kata Mahendro, juga mempercepat perpindahan perjalanan, memperluas jangkauan layanan kereta api hingga wilayah penyangga, menyediakan alternatif transportasi yang lebih ekonomis, serta mendorong penggunaan transportasi massal berbasis rel yang ramah lingkungan.
Mahendro menambahkan, dari 18 stasiun terintegrasi tersebut juga berperan sebagai simpul mobilitas yang menghubungkan kawasan pendidikan, pemerintahan, bisnis, industri, hingga destinasi wisata di berbagai daerah di Jawa Timur.
Lebih lanjut, pihaknya mengimbau pelanggan merencanakan perjalanan dengan memperhatikan jadwal keberangkatan KA Jarak Jauh maupun KA Commuter atau lokal agar proses perpindahan layanan berjalan lancar, sekaligus akan terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat integrasi antarmoda maupun antarlayanan perkeretaapian.
"Integrasi antara KA Jarak Jauh dengan KA Commuter atau lokal memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk melanjutkan perjalanan secara lebih praktis dan efisien, sekaligus memudahkan masyarakat mengakses berbagai wilayah di Jawa Timur," ujarnya.
Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.