Medan (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumatera Utara (Sumut) mencatat saat ini total panjang jalur kereta api yang aktif beroperasi di Sumut tercatat sepanjang 476,46 kilometer (km).

"Jaringan tersebut juga mencakup jalur cabang menuju Bandara Internasional Kualanamu yang beroperasi sejak 2013, serta jalur cabang ke Pelabuhan Kuala Tanjung dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei guna mendukung mobilitas bahan baku serta hasil industri kawasan tersebut," kata Manager Humas KAI Divre I Sumut Anwar Yuli Prastyo, di Medan, Senin.

Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) atau Perusahaan Kereta Api Deli kemudian memperoleh konsesi untuk membangun jaringan rel dan membuka jalur pertama Medan-Labuhan pada 25 Juli 1886.

Jaringan rel tersebut terus meluas hingga menghubungkan Medan dengan Belawan, Binjai, Deli Tua, Perbaungan, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Tanjungbalai, Teluk Nibung, Kisaran, hingga Rantau Prapat.

Jalur-jalur tersebut membentuk pola hubungan ekonomi yang kuat antara sentra produksi perkebunan dan pelabuhan ekspor.

Pada masa kejayaannya sekitar tahun 1937, total panjang jaringan rel DSM mencapai 553,2 km dengan komoditas utama berupa tembakau, karet, kelapa sawit, dan hasil bumi lainnya.

"Namun, pascakemerdekaan, sejumlah jalur cabang seperti arah Deli Tua, Bangun Purba, dan Pangkalan Brandan tidak lagi beroperasi seiring berkurangnya lahan perkebunan serta turunnya permintaan angkutan komoditas," katanya pula.

Ia mengatakan perkeretaapian Sumut juga mengalami modernisasi sarana secara bertahap melalui proses dieselisasi. Operasional rel yang awalnya didominasi lokomotif uap pada 1958, mulai memasuki era lokomotif diesel seri BB300 pada 1965.

Di era digitalisasi dan modernisasi saat ini, KAI terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kemudahan akses layanan membuat semakin banyak masyarakat di Sumut memilih kereta api sebagai moda transportasi pilihan.

Berdasarkan data, sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026, KAI Divre I Sumut mencatat volume angkutan penumpang mencapai 1.857.059 pelanggan. Angka ini tumbuh 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencatatkan 1.773.706 pelanggan.

Sinyal positif juga ditunjukkan oleh sektor angkutan barang yang menandakan bertambahnya kepercayaan para mitra logistik.

Pada periode Januari hingga Agustus 2026, KAI Sumut berhasil mengangkut volume barang sebanyak 550.162 ton, melambung 16 persen dari periode yang sama tahun 2025 sebesar 472.609 ton.

Komoditas utama yang diangkut meliputi bahan bakar minyak (BBM), peti kemas, crude palm oil (CPO), serta produk industri lainnya.

"Memperingati 81 tahun KAI, kami tidak hanya mengenang sejarah perjalanan perkeretaapian, tetapi juga membuktikan komitmen untuk terus relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui peningkatan kinerja layanan penumpang dan penguatan angkutan barang berbasis digitalisasi serta integrasi antarmoda, KAI Divre I Sumut siap terus menjadi penggerak roda ekonomi dan mobilitas masyarakat Sumatera Utara sambil menjaga warisan sejarah yang ada," katanya pula.

Pewarta: Juraidi
Editor : Akung

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.