Gorontalo (ANTARA) - Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Kumperindag) Provinsi Gorontalo Fayzal Lamakaraka mengungkap sejumlah faktor yang menyebabkan tingginya harga beras dan minyak goreng di daerah itu.

Fayzal di Gorontalo, Jumat, mengatakan kenaikan harga dipengaruhi terganggunya distribusi pasokan serta berkurangnya ketersediaan stok beras.

Ia menjelaskan distribusi minyak goreng melalui jalur laut mengalami hambatan akibat penumpukan kontainer di Pelabuhan Gorontalo. Kondisi itu diperparah terbatasnya operasional crane dan antrean truk pengangkut yang harus mengisi BBM solar.

"Pihak perusahaan pelayaran memilih menaikkan biaya sewa kontainer akibat dwelling time di atas hingga Rp20 juta per kontainer, sebelumnya Rp11 juta per kontainer. Ini berdampak pada kenaikan harga komoditas di tingkat distributor," kata Fayzal.

Hambatan distribusi tersebut menyebabkan proses bongkar muat kapal dan kontainer menjadi lebih lama. Kondisi itu meningkatkan biaya sewa kontainer sehingga harga jual minyak goreng di tingkat distributor ikut naik.

Sementara melalui jalur darat, distribusi barang terkendala antrean panjang BBM solar di sejumlah SPBU di Gorontalo dan Sulawesi Tengah. Sebagian angkutan menggunakan BBM nonsubsidi yang memiliki biaya lebih tinggi sehingga distributor menyesuaikan harga jual komoditas.

Untuk beras, kenaikan harga dipengaruhi menurunnya produksi akibat kemarau panjang. Pasokan dari luar daerah juga terlambat masuk karena distribusi terdampak keterbatasan BBM solar.

"Penurunan pasokan distribusi, jumlah produksi barang pokok, dan adanya kebijakan kenaikan harga dari pihak distributor, khususnya komoditas minyak goreng dan beras yang masuk ke pasar rakyat menyebabkan pedagang mengambil langkah menaikkan harga jual barang pokok," katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, KSOP Pelabuhan Gorontalo menyiapkan sejumlah langkah jangka pendek dan menengah, antara lain pengendalian waktu bongkar muat, penyeimbangan arus kontainer, penambahan lahan penyimpanan kontainer, serta peningkatan investasi oleh PT Pelindo.

Di sisi lain, Pertamina menyiapkan mekanisme pendistribusian BBM yang lebih efektif di SPBU. Langkah tersebut diharapkan dapat memperlancar distribusi barang dan membantu menstabilkan harga kebutuhan pokok di Gorontalo.

Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.