Kader posyandu di Jateng didorong terus berinovasi dalam memberikan pelayanan
Senin, 5 Oktober 2026 16:49 WIB
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin saat saat membuka Bimbingan Teknis Penguatan Kelembagaan, Inovasi, dan Praktik Baik Implementasi Program Posyandu, secara daring, di Semarang, Senin (5/10/2026). (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)
Semarang (ANTARA) - Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin mendorong para kader pos pelayanan terpadu (posyandu) untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Enam standar pelayanan minimum (SPM) di Jateng diharapkan tidak sebatas membuka meja dan mendata. Namun, bisa dengan mengadakan sejumlah kegiatan, serta upaya menindaklanjuti aduan dari masyarakat," katanya, di Semarang, Senin.
Hal tersebut ditegaskannya saat membuka Bimbingan Teknis Penguatan Kelembagaan, Inovasi, dan Praktik Baik Implementasi Program Posyandu, secara daring.
Menurut dia, transformasi Posyandu dari semula hanya memberikan layanan kesehatan menjadi enam SPM memang tidak mudah, tetapi proses transformasi tersebut justru untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
"Proses transformasi yang kita lakukan ini mencakup semua siklus hidup, dari ibu hamil, bayi lahir, sampai lansia (lanjut usia). Ini butuh kesiapan kita untuk bertransformasi, menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan layanan dasar," katanya.
Soal inovasi, ia mencontohkan posyandu di Kota Surakarta yang telah menyediakan layanan kesehatan mental, layanan pojok baca, serta terdigitalisasi.
Posyandu di Sragen juga berinovasi dengan membuat aneka flyer untuk sosialisasi, seperti bagaimana mitigasi kekeringan, banjir, dan sebagainya yang diikuti dengan penjelasan langsung dari para kader posyandu.
"Enam SPM ini tidak merepotkan, tapi kebutuhan. Kita berkomitmen bersama tidak hanya mendata, tapi tentu untuk memberikan kebutuhan masyarakat yang ada," katanya.
Jadi, kata dia, bagaimana masyarakat ini menghubungi kader posyandu, Tim Pembina Posyandu mengoordinasikan, bagaimana OPD bisa hadir untuk memberikan jawaban terhadap aduan-aduan yang ada.
"Sehingga, posyandu setiap kali ada aduan, laporannya bukan hanya catatannya sudah dilaksanakan dan ditindaklanjuti. Tapi, tindak lanjutnya seperti apa," kata istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.
Ia membeberkan program unggulan TP Posyandu Jateng, seperti pada bidang pendidikan mendekatkan akses pendidikan anak usia dini dan literasi kepada masyarakat, melalui PAUD Emas (berbasis masyarakat), serta perpustakaan desa dan pojok baca.
Di bidang kesehatan, untuk menuju keluarga dan masyarakat sehat, kuat, dan sejahtera, ada program Kencan Bumil (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil), serta Logis (Layanan Online Psikolog Gratis).
Bidang pekerjaan umum, ada program pilah sampah dan jelantah Jadi Rupiah, serta akses air bersih dan sanitasi sehat, serta bidang sosial ada perlindungan disabilitas dan pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak hingga usaha ekonomi produktif.
Untuk bidang perumahan rakyat telah mendorong perumahan layak dan sehat serta ketahanan pangan, melalui rehab rumah tidak layak huni, serta kebun gizi dan lingkungan asri.
Bidang ketentraman dan ketertiban masyarakat, kata dia, telah menyiapkan masyarakat menghadapi risiko bencana dan respons cepat gangguan keamanan ketertiban masyarakat.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.