Jakarta -
Sebuah restoran Vietnam menerima bukti pembayaran senilai Rp4 juta. Sedihnya, tak ada sepeser pun uang yang diterima atas pembayaran itu.
Suasana restoran yang ramai terkadang membuat proses pembayaran harus dilakukan dengan cepat. Namun, pelaku usaha tetap perlu memastikan transaksi benar-benar masuk sebelum pesanan diserahkan.
Dilansir dari Must Share News, (19/8/2026), restoran Vietnam Ăn Là Ghiền di Geylang mengalami kejadian tersebut pada 12 Agustus 2026. Pemiliknya, Yuki Tran, mengaku menerima pesanan takeaway senilai S$288,85 atau setara Rp4 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden ini diawali ketika pelanggan itu menghubungi restoran sekitar pukul 17.14 waktu setempat. Staf kemudian mengirimkan tautan agar pelanggan dapat memilih makanan dan membuat pesanan.
Baca juga: Setelah 57 Tahun Beroperasi, Kantin Legendaris Ini Akhirnya Tutup!
Terima pesanan dari pelanggannya, sebuah restoran tak menyangka justru harus menanggun kerugian. Foto: Must Share News
Sekitar pukul 17.50, restoran mengirimkan kode QR untuk pembayaran. Tujuh menit kemudian, pelanggan mengirimkan tangkapan layar yang terlihat seperti bukti transaksi berhasil.
Staf restoran sempat percaya bahwa pembayaran sudah diterima. Mereka kemudian menyiapkan pesanan dan memesan layanan kurir untuk mengantarkan makanan.
Pesanan tiba di alamat yang diberikan sekitar pukul 19.00. Namun, penghuni rumah tersebut justru menolak menerima makanan karena tidak pernah melakukan pemesanan.
Staf restoran kemudian menghubungi pelanggan untuk memastikan alamat pengiriman. Pelanggan disebut tetap bersikeras bahwa alamat tersebut sudah benar.
Kurir juga mencoba menghubungi pelanggan, tetapi mendapatkan jawaban serupa. Karena merasa curiga, kurir akhirnya membawa kembali makanan tersebut ke restoran.
Sayangnya, pembayaran yang dilakukan oleh planggannya adalah pembayaran palsu. Foto: Must Share News
Yuki mengetahui kejadian itu sekitar pukul 19.05. Ia kemudian langsung memeriksa rekening restoran untuk memastikan apakah pembayaran benar-benar masuk.
Hasil pemeriksaan menunjukkan pembayaran S$288,85 ternyata tidak pernah diterima. Padahal, sebelumnya pelanggan sudah mengirimkan tangkapan layar yang menunjukkan transaksi seolah-olah berhasil.
"Sekarang saya harus lebih banyak memeriksa rekening untuk setiap transaksi ke depannya," ujar Yuki.
Saat diminta foto dan alasan pembayaran yang gagal, pelanggan tersebut kerap berkelit. Yuki lalu mengatakan akan melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.
Situasi semakin tidak menyenangkan ketika pelanggan diduga melontarkan komentar seksual kepada Yuki. Polisi Singapura mengonfirmasi telah menerima laporan dan menyatakan penyelidikan masih berlangsung.
(dfl/adr)