Kabut asap, pesawat batal mendarat di Sampit
Sabtu, 22 Agustus 2026 20:09 WIB
Asap kebakaran lahan di Sampit mengganggu jarak pandang di udara sehingga mulai mengganggu penerbangan, Sabtu (22/8/2026). ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Sampit (ANTARA) - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mulai berdampak terhadap transportasi udara, terbukti dengan batalnya pendaratan pesawat Super Air Jet rute Jakarta-Sampit lantaran asap yang mengganggu jarak pandang di kawasan Bandara Haji Asan Sampit pada Sabtu siang (22/8).
"Tadi pesawat sempat berputar dua mencoba dua kali pendaratan, tapi tidak memungkinkan. Pesawat akhirnya kembali ke Jakarta," kata Sari, salah seorang penumpang dihubungi dari Sampit.
Menurut Sari, pesawat bertolak dari Jakarta sekitar pukul 13.45 WIB. Penerbangan hampir 1,5 jam berjalan lancar, namun kendala terjadi ketika hendak tiba di Bandara Haji Asan Sampit karena cuaca dinilai tidak aman untuk pendaratan.
"Tadi cuma disampaikan bahwa kondisi rawan membahayakan keselamatan, sehingga pesawat kembali ke Jakarta. Tentu kita sepakat ini demi keamanan dan keselamatan," tambahnya.
Atas kejadian itu, penumpang mendapat pengembalian dana. Sebagian dari mereka mencoba alternatif melalui Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat, namun ternyata juga tetap harus menunggu jadwal penerbangan besok.
"Ini masih mencari tiket juga karena di Pangkalan Bun penerbangannya siang. Belum tahu kalau lewat Palangka Raya apa bisa pagi atau tidak," demikian Sari.
Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro yang dikonfirmasi tidak menyanggah batalnya pendaratan pesawat Super Air Jet di Bandara Haji Asan Sampit. Saat ini pihaknya masih berkoordinasi dan nantinya akan menyampaikan keterangan detail terkait kejadian tersebut.
Sementara itu, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II H Asan Sampit Abdul Haris dalam keterangannya mengatakan, kondisi asap akibat karhutla di sekitar Bandar Udara Haji Asan Sampit berdampak terhadap operasional penerbangan Super Air Jet rute Jakarta–Sampit tersebut.
Penerbangan IU350 rute Jakarta (CGK)–Sampit (SMQ) dengan jadwal keberangkatan pukul 12.35 WIB dijadwalkan tiba di Bandar Udara Haji Asan Sampit pada siang hari. Namun, pesawat tidak dapat melanjutkan proses pendaratan dan akhirnya return to base (RTB) atau kembali ke bandar udara asal.
Baca juga: PT Sukajadi Sawit Mekar gencar bantu pencegahan dan penanganan stunting di Kotim
Berdasarkan informasi dari pihak maskapai, keputusan tersebut dilakukan karena kondisi cuaca di Sampit berupa asap (smoke condition) yang menyebabkan jarak pandang di Bandar Udara Haji Asan Sampit berada pada kondisi minimum untuk operasional penerbangan.
Kondisi tersebut menjadi pertimbangan keselamatan dalam pelaksanaan penerbangan. Dalam situasi ketika kondisi aktual tidak memungkinkan untuk melaksanakan pendaratan dengan aman, penerbangan dapat melakukan RTB sesuai prosedur operasional yang berlaku.
Penerbangan IU350 tercatat membawa 148 penumpang, dengan tambahan informasi operasional maskapai mencatat 2 infant dan 1 child. Setelah penerbangan menuju Sampit melakukan RTB, penerbangan lanjutan IU351 rute Sampit–Jakarta yang semula dijadwalkan berangkat pukul 14.50 WIB turut dibatalkan.
Selain kondisi asap dan jarak pandang minimum, waktu operasional Bandar Udara Haji Asan Sampit juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Bandar udara memiliki waktu operasional hingga pukul 17.00 WIB, sehingga kondisi penerbangan pada sore hari harus mempertimbangkan batas waktu operasional tersebut.
UPBU Kelas II Haji Asan Sampit terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di sekitar kawasan bandar udara serta berkoordinasi dengan pihak terkait dalam rangka mengantisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan.
Sebelumnya, keberadaan sejumlah titik api di sekitar kawasan bandar udara juga telah menjadi perhatian. Pemantauan dan koordinasi dengan tim penanganan karhutla dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi terhadap potensi gangguan operasional penerbangan.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi berbagai sektor pelayanan publik, termasuk transportasi udara.
Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui Bandar Udara Haji Asan Sampit, diimbau untuk memastikan kembali status penerbangan kepada maskapai sebelum menuju bandara, khususnya ketika kondisi cuaca dan jarak pandang sedang tidak mendukung.
Pewarta : Norjani
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.