Liputan6.com, Jakarta - Jude Bellingham kembali menunjukkan perannya sebagai pemain pembeda saat Inggris menyingkirkan Norwegia dengan skor 2-1 pada perempat final Piala Dunia 2026. Gelandang Real Madrid itu mencetak dua gol yang mengantarkan The Three Lions melaju ke semifinal.
Laga berlangsung sengit karena Inggris sempat tertinggal dan kesulitan membongkar pertahanan rapat Norwegia. Namun, Jude Bellingham tampil sebagai pembeda ketika timnya paling membutuhkan solusi.
Selepas mencetak gol, Bellingham bahkan tidak larut dalam selebrasi bersama rekan-rekannya. Ia langsung berlari ke area sendiri sambil mengepalkan tangan dan memompa semangat pendukung Inggris karena fokus utamanya hanya satu, yaitu memastikan kemenangan.
Jude Bellingham Jadi Pembeda Saat Inggris Tertekan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294142/original/044493100_1783813777-000_B9XJ4PC.jpg)
Perbesar
Inggris tidak menjalani pertandingan dengan mudah sepanjang 120 menit permainan. Norwegia mampu mengendalikan banyak fase pertandingan dan memaksa pasukan Thomas Tuchel bekerja keras hingga babak tambahan.
Saat jalur umpan tertutup rapat, Jude Bellingham terus aktif meminta bola dan turun lebih dalam demi membantu membangun serangan. Setelah Eberechi Eze masuk menggantikan Declan Rice, perannya semakin penting untuk mengembalikan kendali permainan.
Kontribusi Bellingham tidak berhenti pada distribusi bola. Ia membuka ruang melalui pergerakan tanpa bola, menggiring melewati lawan, hingga memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Harry Kane untuk mencetak gol kemenangan.
Enam gol yang sudah dibukukan Bellingham di turnamen ini membuatnya bersama Harry Kane menghasilkan 12 dari total 13 gol Inggris di Piala Dunia 2026. Catatan tersebut memperlihatkan besarnya kontribusi kedua pemain dalam perjalanan Inggris menuju empat besar.
Bellingham juga menilai faktor mental menjadi kekuatan terbesar timnya pada pertandingan tersebut. "Saya pikir pertandingan terdiri dari banyak aspek yang berbeda. Sebagiannya teknis, taktis. Bagi saya, yang terbesar adalah aspek psikologis dan bagaimana Anda menghadapi kemunduran serta kesulitan. Tim ini kembali memperlihatkan bahwa kami mampu melakukannya, dan itu adalah kemampuan yang sangat berharga."
Thomas Tuchel dan Harry Kane Beri Pujian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294151/original/003111900_1783815882-000_B9XL63W.jpg)
Perbesar
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, kembali memberikan apresiasi atas performa gelandang berusia 23 tahun tersebut. Menurutnya, kualitas Bellingham selalu muncul di setiap pertandingan.
"Sudah cukup. Dia melakukannya di setiap pertandingan. Dia pemain kelas dunia," ujar Tuchel. Meski demikian, pelatih asal Jerman itu mengakui timnya belum tampil maksimal dan tetap beruntung bisa mengamankan kemenangan.
"Hasilnya luar biasa, tetapi saya tidak puas dengan penampilannya. Kami beruntung," lanjut Tuchel.
Kapten Inggris, Harry Kane, juga memberikan penilaian tinggi terhadap rekan setimnya tersebut. Ia menganggap Bellingham selalu muncul pada momen-momen penting sepanjang turnamen.
"Gol-gol Jude kembali menjadi pembeda. Dia sangat menentukan dalam beberapa pertandingan terakhir dan sepanjang turnamen ini. Itu memperlihatkan bahwa dia memiliki bakat untuk hadir pada momen penting. Gol pertamanya luar biasa, sedangkan gol keduanya memperlihatkan naluri seorang penyerang," kata Kane.
Dukungan suporter Inggris pun terus mengalir sepanjang pertandingan melalui nyanyian yang menggema di stadion. Bellingham kembali membalas kepercayaan tersebut dengan penampilan penuh energi, kerja keras, dan dua gol yang menjaga mimpi Inggris meraih gelar juara dunia tetap hidup.
Sumber: FIFA
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Cerita Nama "Braut Haaland" di Jersey Erling Selama Piala Dunia 2026