Pontianak (ANTARA) - Job Fair Pontianak 2026 di Auditorium Universitas Tanjungpura, Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada 22-24 Oktober 2026 menyediakan sekitar 2.000 lowongan kerja dari 28 perusahaan yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Di balik angka pengangguran itu ada anak muda yang sudah melamar berkali-kali tetapi belum mendapat panggilan, ada keluarga yang menunggu anaknya bekerja, dan ada harapan ekonomi yang bergantung pada satu penghasilan,” kata Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah di Pontianak, Kamis.
Amirullah mengatakan kegiatan yang digelar melalui kolaborasi Pemerintah Kota Pontianak dan Universitas Tanjungpura tersebut menjadi wadah untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai kualifikasi.
Ia menyebutkan tingkat pengangguran terbuka di Kota Pontianak pada 2025 mencapai 7,91 persen, turun 0,38 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Meski mengalami penurunan, angka tersebut masih menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja.
Menurut dia, sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat sekaligus pusat perdagangan dan jasa, Pontianak memiliki daya tarik bagi pencari kerja. Namun kondisi tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
Salah satu tantangan yang dihadapi adalah ketidaksesuaian antara keterampilan pencari kerja dan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Selain keterampilan teknis, dunia kerja saat ini juga membutuhkan kecakapan digital, kemampuan komunikasi, penguasaan bahasa asing, dan sikap profesional.
Amirullah menjelaskan, struktur ekonomi Pontianak yang ditopang sektor perdagangan, jasa, kuliner, perhotelan, dan pariwisata turut membuka peluang penyerapan tenaga kerja. Berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional juga mendorong aktivitas ekonomi serta membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.
Untuk meningkatkan kesiapan tenaga kerja, Pemkot Pontianak melalui dinas terkait telah menyiapkan berbagai pelatihan sepanjang 2026, di antaranya barista, pemasaran digital, penyuntingan video, teknisi mesin pendingin, dan satuan pengamanan.
“Pelatihan harus disusun berdasarkan kebutuhan pasar kerja yang nyata, sehingga setelah mengikuti pelatihan masyarakat benar-benar punya peluang lebih besar untuk bekerja,” ujarnya.
Amirullah berharap Job Fair Pontianak 2026 dapat dimanfaatkan pencari kerja, khususnya warga setempat, untuk memperoleh pekerjaan sesuai kompetensi sekaligus membantu perusahaan memenuhi kebutuhan tenaga kerja...
Pewarta: Dedi
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.