JIKF 2026 hadirkan OLLANESIA sebagai wadah regenerasi pelayang muda
Minggu, 12 Juli 2026 23:20 WIB
Sejumlah pelajar mengikuti Olimpiade Layang-Layang Pelajar Indonesia (OLLANESIA) dalam rangkaian Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 di Pantai Parangkusumo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (12/7/2026). ANTARA/HO-JIKF 2026
Yogyakarta (ANTARA) - Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 menghadirkan Olimpiade Layang-Layang Pelajar Indonesia (OLLANESIA) sebagai wadah regenerasi pelayang muda pada hari kedua penyelenggaraan festival di Pantai Parangkusumo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu.
Ketua Pelaksana JIKF 2026 Anang Sarjiyanto mengatakan OLLANESIA diharapkan dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenal, mencintai, sekaligus melestarikan budaya layang-layang melalui kegiatan yang mengembangkan kreativitas dan keterampilan.
"Harapannya ke depan dapat lebih banyak peserta yang hadir karena kegiatan ini sangat luar biasa karena dapat meningkatkan kreativitas dan juga keterampilan anak," katanya.
Ia mengatakan OLLANESIA menjadi salah satu agenda unggulan dalam rangkaian JIKF 2026. Pada hari kedua penyelenggaraan, kompetisi mempertandingkan empat kategori, yakni merakit layang-layang tingkat SMP, mewarnai tingkat TK, mewarnai SD kelas 1-3, serta melukis SD kelas 4-6 yang diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah.
Program Director OLLANESIA Rizal Rusyadi berharap olimpiade tersebut menjadi langkah awal lahirnya kompetisi layang-layang pelajar yang berkelanjutan di Indonesia.
"Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan melalui layang-layang. Di dalamnya terdapat nilai seni, budaya, sains, kreativitas, hingga pendidikan karakter. Harapannya OLLANESIA dapat menjadi agenda nasional yang mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, sekaligus mencintai budaya Indonesia," katanya.
Sementara itu, juri kategori mewarnai dan melukis Yunanto Buyung Mahendra dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta mengapresiasi kreativitas peserta karena menunjukkan ide dan teknik yang melampaui ekspektasi dewan juri untuk anak seusia mereka, khususnya kategori melukis tingkat SD kelas 4-6.
OLLANESIA telah berlangsung sejak Sabtu (11/7) dan puncaknya pada hari Minggu dengan mengumumkan sekaligus menyerahkan penghargaan kepada para pemenang dari seluruh kategori lomba, mulai dari merakit, mewarnai, hingga melukis layang-layang.
Kartika orang tua Nayanika Alisha yang menjadi pemenang kategori mewarnai SD kelas 1-3 mengatakan anaknya antusias mengikuti lomba karena memberikan pengalaman berbeda.
"Lombanya menarik karena tidak seperti biasanya mewarnai di kertas biasa. Anak ingin mencoba hal baru karena bentuknya layang-layang, jadi kami dukung supaya menambah ilmu," katanya
JIKF 2026 diharapkan mendongkrak ekonomi pariwisata
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut ajang Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata di Kabupaten Bantul.
"Festival layang-layang internasional ini bukan sekadar unjuk kebolehan dan kreativitas merangkai serta menerbangkan layang-layang. Kami berharap acara ini menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, terutama dari sektor pariwisata," kata Abdul dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul Agus Budi Raharjo, Sabtu.
Abdul mengatakan sektor pariwisata memiliki multiplier effect yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat dari berbagai lapisan.
"Pantai Parangkusumo juga memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata dan masih menjadi kawasan pantai selatan yang masuk dalam top of mind pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta," katanya.
Hal itu sejalan dengan pandangan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang menyebut festival tidak hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kebahagiaan sebuah festival menjadi sempurna ketika meninggalkan kesan baik, menggerakkan ekonomi lokal, dan tetap menjaga kelestarian alam," kata Sultan dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi.
Ratih pemilik salah satu kios di kawasan pantai, mengatakan penyelenggaraan festival juga dirasakan pelaku usaha di kawasan Pantai Parangkusumo ini berdampak ke jumlah pengunjung selama festival lebih ramai dibanding akhir pekan biasa.
"Kalau ada festival seperti ini, dibanding weekend biasa lebih ramai. Omzet bisa naik sampai sekitar 50 persen," kata Ratih.
Ketua Panitia JIKF 2026 Anang Sarjiyanto mengatakan festival tersebut memang dirancang tidak hanya menghadirkan atraksi layang-layang, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Kami percaya bahwa sebuah festival yang hebat bukan hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan ekonomi lokal, terbukanya peluang usaha, serta berkembangnya sektor pariwisata," katanya.
Puncak penyelenggaraan JIKF 2026 digelar di Pantai Parangkusumo, Bantul setelah diawali rangkaian Road to JIKF berupa kompetisi daerah di Banaran, Kulon Progo, workshop dan edukasi layang-layang, pameran, kunjungan budaya, city tour, promosi destinasi wisata, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Festival tahun ini diikuti 32 klub layang-layang dari berbagai daerah di Indonesia dan delegasi dari 17 negara.
Pewarta : Wening Caya Ing Tyas
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026