Berlin (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt menyerukan penerapan prosedur cepat untuk memulangkan migran yang masuk secara ilegal di perbatasan eksternal Uni Eropa (EU), di tengah krisis migrasi di Ceuta.
Pada akhir Juli, Ceuta yang merupakan wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara yang berbatasan dengan Maroko, menghadapi masalah masuknya migran secara massal.
Kementerian Dalam Negeri Maroko menyebut sekitar 72.000 migran telah memasuki negara tersebut dari Maroko. Krisis tersebut membebani layanan perbatasan, sosial, dan pemerintah daerah, serta telah berlangsung selama hampir dua bulan.
"Diperlukan mekanisme baru di tingkat Eropa untuk merespons krisis migrasi," kata Dobrindt dalam konferensi pers di Munich menjelang pertemuan para menteri dari 18 negara EU dan Inggris yang membahas isu migrasi.
"Ini bukan tentang memulai prosedur suaka standar, melainkan secara khusus prosedur pemulangan yang dipercepat karena situasi ini merupakan keadaan darurat yang tidak berkaitan dengan krisis kemanusiaan," katanya.
"Sebaliknya, ini merupakan tindakan sengaja untuk melintasi perbatasan eksternal EU secara ilegal," imbuhnya.
Dobrindt mengatakan gelombang migrasi ilegal saat ini sering kali tidak didorong oleh alasan kemanusiaan, melainkan oleh tindakan terkoordinasi kelompok kriminal.
"Gelombang ini bukan disebabkan oleh keadaan darurat kemanusiaan, melainkan oleh disinformasi; gelombang tersebut didorong oleh penyelundup dan diorganisasi oleh kelompok kriminal," kata menteri tersebut.
Dobrindt menjadikan krisis migrasi di Ceuta sebagai contoh.
"Telah terjadi situasi ketika disinformasi, informasi palsu yang disengaja, dan dukungan kelompok kriminal menyebabkan banyak kasus penyeberangan perbatasan secara ilegal," kata Dobrindt.
Terkait respons terhadap krisis migrasi di EU, Dobrindt juga mengumumkan bahwa Badan Penjaga Perbatasan dan Pantai Eropa (Frontex) akan memberikan bantuan cepat kepada negara-negara anggota dalam situasi darurat.
"Mekanisme dukungan baru bagi negara-negara akan dibentuk, khususnya dengan membentuk pasukan reaksi cepat Frontex yang mampu memberikan dukungan yang diperlukan kepada negara-negara tersebut di perbatasan eksternal EU dalam waktu 24 jam," kata Menteri Dalam Negeri Jerman tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jerman serukan percepatan pemulangan migran ilegal di perbatasan EU
Pewarta: Katriana
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.