Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) buka suara setelah laman resmi promosi pariwisata Indonesia, Indonesia.travel, ramai disorot karena diduga menggunakan foto baju kurung milik brand pakaian asal Malaysia. Tuduhan tersebut beredar di media sosial, memicu perdebatan mengenai sumber foto dan representasi budaya Melayu yang ditampilkan.
Minggu lalu, akun Instagam @asianstoryandheritage menyoroti penggunaan foto model yang dimaksud, menulis, "Halaman website Pariwisata Indonesia menggunakan foto model Malaysia dari merek pakaian lokal di Malaysia, untuk mempromosikan budaya provinsi Indonesia di situs web pariwisata resmi mereka."
Menanggapi itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menjelaskan, foto baju kurung yang menjadi perhatian publik bukan diambil langsung dari brand Malaysia seperti yang ramai ditudingkan. Materi tersebut berasal dari artikel RRI berjudul "Yuk Intip Tata Cara Memakai Baju Kurung Tradisional Kepri" yang terbit pada 3 Agustus 2023.
Deputi Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini menyampaikan terima kasih atas atensi dan masukan terhadap konten yang ditampilkan pada laman resmi promosi pariwisata Indonesia. "Perhatian publik terhadap kekayaan budaya Indonesia merupakan bentuk kepedulian bersama yang kami apresiasi," katanya melalui rilis pada Lifestyle Liputan6.com, Jumat (31/7/2026).
Artikel RRI tersebut membahas baju kurung sebagai pakaian tradisional masyarakat Kepulauan Riau, sekaligus menampilkan foto yang kemudian menjadi rujukan. Kemenpar menyebut, pihaknya mengutip konten tersebut pada tahun yang sama untuk kebutuhan promosi wastra Nusantara asal Provinsi Kepulauan Riau.
Hasil Penulusuran
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/8116846/original/082873400_1780967130-WhatsApp_Image_2026-06-09_at_06.47.44.jpeg)
Perbesar
Materi yang dimaksud kemudian muncul dalam artikel berjudul "Baju Kurung" yang dimuat di Indonesia.travel. Kemenpar menyatakan, penggunaan materi tersebut dilakukan berdasarkan sumber yang telah dipublikasikan RRI sebagai media resmi.
Penelusuran lanjutan pihaknya juga disebut "menemukan foto serupa telah digunakan di sejumlah platform perdagangan elektronik di Indonesia." Foto tersebut tercatat muncul di sejumlah e-commerce, seperti Lazada, Shopee, dan Tokopedia melalui sejumlah penjual yang menawarkan pakaian Melayu.
Kemenpar juga mengaku menelusuri produk yang menggunakan foto tersebut, sebut Made. Berdasarkan keterangan penjual di sejumlah marketplace, produk yang ditampilkan dalam foto disebut merupakan hasil produksi Indonesia. Sejumlah penjual juga diketahui memiliki toko fisik di wilayah Jabodetabek.
Berkembang Lintas Negara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4768355/original/079612800_1710075395-muhammad-faiz-zulkeflee-BuxUWCobuGA-unsplash.jpg)
Perbesar
Pihaknya kemudian menilai kemunculan foto pada berbagai platform di Indonesia menunjukkan bahwa materi tersebut tidak hanya digunakan dalam satu kanal promosi. Persoalan ini juga berkaitan dengan karakter budaya Melayu yang berkembang lintas wilayah Asia Tenggara.
Kemenpar menjelaskan bahwa baju kurung, termasuk model cekak musang dan teluk belanga, merupakan pakaian tradisional masyarakat Melayu yang berdiam di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Warisan budaya Melayu memiliki akar yang berkembang di sejumlah wilayah Asia Tenggara, termasuk Malaysia, sehingga bentuk busana dan tradisi berpakaian di berbagai negara dapat menunjukkan kemiripan. Setiap negara kemudian memiliki sejarah, identitas, penamaan, serta karakteristik budaya yang berkembang sesuai konteks masyarakatnya.
Konteks Sejarah Budaya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4768353/original/092808500_1710075393-muhammad-faiz-zulkeflee-FeIytxW92YI-unsplash.jpg)
Perbesar
Kemenpar menilai, kemiripan tersebut perlu dilihat dalam konteks sejarah budaya Melayu yang lebih luas. Penggunaan atau penyebutan suatu busana juga perlu merujuk pada sumber yang dapat dipertanggungjawabkan agar informasi mengenai warisan budaya tidak menimbulkan persepsi yang keliru.
"Kementerian Pariwisata akan terus menyampaikan informasi mengenai kekayaan budaya Indonesia berdasarkan sumber-sumber yang kredibel, serta mendukung upaya pelestarian dan promosi warisan budaya Indonesia pada masyarakat dan dunia internasional," ujar Made.
Kemenpar juga menegaskan bahwa perhatian publik terhadap konten budaya dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga warisan budaya. Pemerintah akan melanjutkan promosi kekayaan wastra Indonesia dengan mengacu pada sumber informasi yang kredibel.