Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Jawa Timur terbukti menjadi salah satu provinsi pelopor pembinaan koperasi sehat, mandiri, dan berdaya saing, sehingga membuahkan hasil menerima penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara.

"Alhamdulillah penghargaan ini merupakan hasil ikhtiar bersama dalam merawat dan meningkatkan semangat kegotongroyongan khas koperasi di masyarakat khususnya hingga level terbawah," ucap Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan di Surabaya, Sabtu.

Penghargaan tersebut diberikan Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono kepada Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa yang mewakili Khofifah pada Koperasi Award 2026 beberapa waktu lalu.

Penghargaan berdasarkan Keputusan Menteri Koperasi Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2026 itu menjadi pengakuan atas komitmen Khofifah membina, memajukan, dan memperkuat koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

Khofifah mengatakan koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan gagasan besar membangun ekonomi melalui kebersamaan dan gotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan anggota.

Di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks, insan koperasi juga dituntut menerapkan tata kelola profesional, transparan, akuntabel, serta adaptif terhadap teknologi.

Jawa Timur saat ini memiliki 28.898 koperasi aktif, jumlah terbesar di Indonesia. Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat sinergi koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta perbankan untuk memperluas akses pembiayaan dan pasar.

Khofifah juga menyatakan dukungan penuh terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hingga kini, 8.494 KDKMP telah terbentuk di Jawa Timur.

Per akhir Juni 2026, sebanyak 1.094 koperasi telah beroperasi dengan dukungan 1.382 gerai yang mencakup sembako, kefarmasian, klinik kesehatan, logistik, pergudangan, hingga simpan pinjam. Transaksi melalui Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes) mencapai Rp70 miliar.

"Yang terpenting adalah bagaimana menggerakkan perekonomian masyarakat dari bawah ke atas. Jangan hanya di atas tapi tidak tembus ke bawah. Sektor informal kita adalah penyumbang terbesar dalam PDRB," katanya.

Sementara itu, Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono mengapresiasi para insan, tokoh, dan pimpinan daerah yang mendorong koperasi terus tumbuh dan beradaptasi.

"Di momen ini kami mengajak seluruh hadirin untuk meneladani semangat kemitraan yaitu yang kuat membantu yang lemah, dan yang besar memperkuat yang kecil. Agar kemajuan ekonomi dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat," tuturnya.

Pewarta: Willi Irawan
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.