Jumat, 31 Juli 2026 - 17:02 WIB
VIVA – Di era digital, menggulir layar ponsel atau scrolling telah menjadi aktivitas yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari mengecek media sosial, membaca berita, hingga menonton video singkat, banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam menatap layar tanpa menyadari dampaknya bagi tubuh.
Baca Juga
Sekilas, kebiasaan ini memang terlihat tidak berbahaya. Namun, jika dilakukan terus-menerus dalam waktu lama, penggunaan ponsel dapat memengaruhi kesehatan fisik secara perlahan. Dampaknya sering kali baru terasa ketika muncul rasa nyeri, pegal, atau gangguan kesehatan lainnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berikut enam perubahan fisik yang dapat terjadi akibat terlalu sering scroll HP dan sering luput dari perhatian, melansir dari YourTango.
Baca Juga
1. Postur tubuh membungkuk karena kepala terus menunduk
Salah satu dampak paling umum adalah perubahan postur tubuh. Saat melihat layar ponsel, kepala secara alami akan menunduk ke depan. Posisi ini membuat otot leher dan punggung atas harus bekerja lebih keras untuk menopang berat kepala.
Baca Juga
Awalnya kondisi ini hanya menimbulkan rasa pegal setelah menggunakan ponsel cukup lama. Namun, jika menjadi kebiasaan setiap hari, nyeri leher, bahu, hingga punggung atas bisa muncul lebih sering.
Risiko ini semakin besar bagi orang yang juga bekerja di depan komputer selama berjam-jam sehingga tubuh jarang berada pada posisi yang ideal.
2. Bahu menjadi kaku dan tegang
Banyak orang tidak sadar bahwa saat menggunakan ponsel, bahu mereka ikut terangkat atau menegang. Posisi tersebut sering berlangsung tanpa disadari hingga akhirnya muncul rasa tidak nyaman.
Jika dibiarkan terus-menerus, ketegangan pada bahu dapat menjadi kebiasaan baru yang terasa normal bagi tubuh. Karena itu, penting untuk sesekali meletakkan ponsel, berdiri, berjalan, atau melakukan peregangan ringan agar otot kembali rileks.
3. Mata cepat lelah dan penglihatan terganggu
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menatap layar berukuran kecil dalam waktu lama membuat mata bekerja lebih keras. Saat fokus pada layar, seseorang biasanya juga berkedip lebih sedikit sehingga mata menjadi kering dan mudah lelah.
Gejala yang sering muncul antara lain mata perih, pandangan kabur, sakit kepala, hingga sulit mengalihkan fokus ke objek yang lebih jauh.
Halaman Selanjutnya
Sejumlah penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan kasus rabun jauh (myopia) yang diduga berkaitan dengan tingginya penggunaan perangkat digital, meski penelitian mengenai dampak jangka panjangnya masih terus dilakukan.