Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:11 WIB
VIVA – Menstruasi yang mulai tidak teratur ketika memasuki usia 40 tahun sering dianggap sebagai hal biasa. Padahal, perubahan siklus menstruasi dapat dipengaruhi banyak faktor, salah satunya anovulasi, kondisi ketika ovarium tidak melepaskan sel telur dalam suatu siklus.
Baca Juga
Anovulasi memang bukan istilah yang umum dikenal. Kondisi ini juga tidak selalu membuat menstruasi berhenti. Seorang perempuan masih dapat mengalami perdarahan meski pada siklus tersebut tidak terjadi ovulasi. Karena itu, menstruasi yang tetap datang setiap bulan tidak selalu berarti tubuh pasti mengalami ovulasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Apa itu anovulasi?
Baca Juga
Anovulasi sendiri merupakan kondisi ketika ovarium tidak melepaskan sel telur selama siklus menstruasi. Pada kondisi normal, perubahan hormon akan membuat sel telur berkembang dan kemudian dilepaskan saat ovulasi.
Ketika ovulasi tidak terjadi, proses reproduksi dapat terganggu dan kondisi ini menjadi salah satu penyebab kesulitan hamil. Anovulasi dapat terjadi sementara maupun berulang, tergantung penyebabnya.
Baca Juga
Salah satu periode ketika gangguan ovulasi lebih mungkin terjadi adalah saat perempuan memasuki perimenopause, yaitu masa transisi menuju menopause.
Mengapa usia 40 tahun perlu diperhatikan?
Usia 40 tahun bukan batas pasti seseorang mengalami anovulasi. Namun, pada usia ini sebagian perempuan mulai mengalami perubahan fungsi ovarium dan hormon reproduksi.
Menjelang menopause, aktivitas ovarium dapat menjadi semakin tidak teratur. Akibatnya, ovulasi dapat terjadi lebih jarang atau bahkan tidak terjadi pada beberapa siklus. Perubahan tersebut dapat membuat menstruasi menjadi lebih panjang atau pendek, lebih banyak atau sedikit, atau sesekali tidak datang.
Meski begitu, menstruasi tidak teratur pada usia 40 tahun tidak otomatis berarti perimenopause. Kondisi lain juga dapat mengganggu ovulasi.
Faktor risiko anovulasi pada perempuan
Melansir ddar ASRM, berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko anovulasi:
1. Usia dan perimenopause
Perubahan fungsi ovarium menjelang menopause dapat membuat ovulasi semakin tidak teratur. Namun, anovulasi juga dapat dialami perempuan yang lebih muda.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
2. PCOS
Polycystic ovary syndrome atau PCOS merupakan salah satu penyebab gangguan ovulasi yang umum. Ketidakseimbangan hormon dapat membuat sel telur tidak berkembang dan dilepaskan secara normal.
Halaman Selanjutnya
3. Berat badan terlalu rendah atau tinggi