Minggu, 19 Juli 2026 - 05:00 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, saat ini pemerintah tengah berupaya memperkuat ekonomi UMKM, sebagai bagian dari langkah penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Baca Juga
Sebab, menurutnya langkah itu akan mampu memperkuat nilai tukar rupiah, yang saat ini tengah melemah akibat sentimen pasar global yang tidak bisa dikendalikan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Karena ada beberapa sentimen global di pasar dunia yang kita enggak bisa kendalikan," kata Purbaya, dikutip Minggu, 19 Juli 2026.
Baca Juga
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Photo :
- Antara.
"Tapi selama kita pastikan ekonomi Indonesia tumbuh dan usaha-usaha seperti UMKM juga bisa hidup, lama-lama juga rupiah akan menguat," ujarnya.
Baca Juga
Purbaya mengatakan, hal tersebut bisa terjadi karena orang akan berinvestasi di tempat yang ekonominya tumbuh dengan baik, dan stabilitas sosial politiknya terjaga.
"Jadi, kalau UMKM bisa tumbuh dengan kuat sudah pasti stabilisasi sosial politik terjaga, dan kita akan pastikan dari Kemenkeu dan pemerintah bahwa ekonomi UMKM diperhatikan ke depannya," kata Purbaya.
Terlebih, saat ini pemerintah juga telah menurunkan bunga pinjaman usaha mikro bagi pelaku UMKM, dari sebelumnya 22 persen menjadi hanya 8 persen.
"Pak Presiden Prabowo bahkan sudah memastikan bahwa bunga pinjaman ke Usaha Mikro (UMi) itu bisa turun dari 22 persen ke delapan persen," ujar Purbaya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurutnya, kebijakan tersebut dilaksanakan sebagai komitmen Kementerian Keuangan dan pemerintah, agar ekonomi UMKM bisa terus tumbuh kuat ke depan,
"Itu salah satu indikasi keberpihakan Bapak Presiden Prabowo terhadap ekonomi Indonesia, terutamanya ekonomi rakyat dan UMKM," ujarnya.
Wamen Helvi Moraza Sebut Pendampingan Pelaku Usaha Terus Diperkuat Lewat PLUT
Wamen UMKM, Helvi Moraza menegaskan pentingnya memperkuat peran PLUT KUMKM di berbagai daerah sebagai upaya memperluas pendampingan bagi pelaku usaha.
VIVA.co.id
19 Juli 2026