Jaga pasokan domestik, Rusia perpanjang larangan ekspor bensin hingga akhir 2026

Minggu, 26 Juli 2026 09:56 WIB

Image Print

Arsip Foto - Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak memberi isyarat di markas besar Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) di Wina, Austria, Rabu (5/10/2022). ANTARA/REUTERS/Lisa Leutner/am.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak menyampaikan pada Sabtu (25/7) waktu setempat bahwa Pemerintah Rusia akan memperpanjang larangan ekspor bensin hingga akhir tahun ini.

"Terkait larangan ekspor bensin, satuan tugas yang bertanggung jawab telah memutuskan untuk memperpanjang kebijakan tersebut baik bagi produsen maupun non-produsen. Dengan begitu, larangan ini akan diperpanjang hingga akhir tahun ini," ujar Novak kepada para wartawan.

Kebijakan larangan ekspor bensin Rusia yang berlaku saat ini dijadwalkan berakhir pada 31 Juli mendatang.

Lebih lanjut, Novak menuturkan bahwa larangan ekspor untuk bahan bakar solar atau diesel akan segera dicabut ‘seiring dengan pulihnya kondisi pasar’.

Langkah itu diambil agar kilang-kilang minyak di negara tersebut tidak menghadapi kendala atau terpaksa menurunkan volume produksi mereka akibat kelebihan pasokan (oversupply).

Pemerintah Rusia sebelumnya mengumumkan pelarangan penuh ekspor bahan bakar diesel untuk meningkatkan pasokan ke pasar domestik pada awal Juli lalu.

Dalam rapat kabinet bersama Presiden Vladimir Putin, Novak mengatakan Rusia akan mulai mengimpor produk minyak pada Juli untuk menstabilkan harga bahan bakar di negara tersebut.

"Kami juga akan mulai mengimpor produk minyak pada Juli dan meningkatkan volume produksi dengan menggunakan produk minyak yang memiliki kelas lingkungan lebih rendah," kata Novak.

Akibat serangan pesawat nirawak (drone) dari Ukraina baru-baru ini terhadap kilang minyak Rusia, beberapa fasilitas menghentikan operasinya untuk pemeliharaan, sehingga mendorong Rusia untuk secara berkala memberlakukan pembatasan demi menjaga pasokan bahan bakar di pasar domestik.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026