Jakarta (ANTARA) - PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ), anak perusahaan PT MRT Jakarta (Perseroda), menargetkan progres pembangunan ruang multifungsi Stasiun MRT Bundaran HI Jakarta mencapai 24 persen per Agustus 2026.

“Saat ini progres per Juli lalu sudah 21,46 persen. Di Agustus ini kita akan mengejar progres ke 24 persen,” kata Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta Yulham Ferdiansyah Roestam dalam rangkaian MRTJ Fellowship Program 2026 di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Rabu.

Pria yang akrab disapa Ferdi itu mengatakan, saat ini fokus utama pembangunan antara lain mempersiapkan dinding turap (sheet pile) untuk pembukaan area muara timur dan barat.

Dia mengatakan nantinya, di ruang multifungsi itu tersedia dua pintu akses, yakni Muara 1 yang menghubungkan ke sisi barat (Plaza Indonesia dan depan Hotel Hyatt) serta Muara 2 yang menghubungkan ke sisi timur (Hotel Pullman dan Wisma Nusantara).

Lebih lanjut, fokus lainnya adalah penyelesaian tembok di area extended concourse, hingga instalasi sistem mekanik, listrik, dan pipa (mechanical, electrical, plumbing/MEP) yang tengah berjalan.

“Saat ini fokus konsentrasi kami berjalan paralel di tiga sisi, yaitu area di extended concourse itu sedang penyelesaian tembok, waterproofing sudah kita selesaikan. Kemudian pemasangan tembok, penebalan tembok sedang kita lakukan saat ini berproses,” kata Ferdi.

“Kemudian MEP sedang instalasi saat ini. Paralel di dua titik yang berbeda, timur dan barat. Proses pengerasan dan sheet pile untuk menopang tekanan tanah juga sedang kita lakukan. Karena di bulan Agustus akhir ini proses open cut untuk pembukaan muara akan mulai kita jalankan,” imbuhnya.

Adapun proyek pembangunan ruang multifungsi ini diharapkan dapat menjadi kawasan baru yang semakin menghidupkan kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD) Bundaran HI.

Selain itu, proyek tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengguna transportasi publik sekaligus memperkuat konektivitas kawasan pusat bisnis Jakarta.

Proyek yang dipimpin oleh PT ITJ senilai Rp148,2 miliar itu ditargetkan rampung pada Juni 2027, bertepatan dengan usia 5 abad Kota Jakarta.

“Diharapkan ini akan bisa mendukung mobilitas keseluruhan dan akan direncanakan selesai di bulan Mei 2027 untuk diresmikan oleh Pak Gubernur (Pramono Anung) di bulan Juni menyambut Jakarta 5 abad,” ujar Ferdi.

Baca juga: Tangerang perkuat regulasi RTRW dukung integrasi MRT dan BRT

Baca juga: Tarif transportasi Rp8 saat 17 Agustus disambut positif warga Jakarta

Baca juga: MRT sebut biaya pembangunan Fase 2A Lin Utara Selatan Rp25,3 triliun

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.