Karawang -
Tren elektrifikasi kendaraan komersial terus berkembang di berbagai negara. Isuzu bahkan sudah punya truk listrik Isuzu ELF EV yang dipasarkan di Jepang serta diekspor ke Amerika Serikat dan Eropa. Meski begitu, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengaku belum terburu-buru menghadirkan kendaraan niaga listrik tersebut ke Tanah Air.
Engineering and Production Director IAMI, Rodko Purba, mengatakan Isuzu sebenarnya sudah memiliki produk kendaraan listrik yang siap dipasarkan. Namun, penerapannya tidak sesederhana menghadirkan unit ke pasar.
"EV ini mungkin sudah sering ditanya, ya. Terkait ini kalau lihat laman resmi kami yang di Jepang itu sudah punya kita produknya ELF, itu juga sudah diekspor ke Amerika dan Eropa, termasuk di Jepang sendiri sudah dijual," kata Rodko kepada wartawan di Karawang (20/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, penjualan truk listrik di Jepang dilakukan bersamaan penyediaan layanan pendukung yang lengkap. Artinya, konsumen tidak hanya membeli kendaraan, tetapi juga memperoleh paket layanan purnajual dan perawatan yang terintegrasi.
"Cuma memang kalau di Jepang itu bukan hanya produknya saja. Dia menjual semacam package sama maintenance untuk kebutuhan segala macam," tambah Rodko.
Rodko menilai, kesiapan ekosistem menjadi faktor utama sebelum kendaraan niaga listrik dapat dipasarkan secara luas di Indonesia. Beda dengan mobil penumpang, mobil komersial memiliki karakter penggunaan jauh lebih intensif lantaran menjadi alat operasional.
"Jadi EV ini benar-benar tidak mudah. Memang harus sudah punya ekosistem yang matang, kalau ditanya di Indonesia bisa dijual apa tidak ya bisa saja. Cuma ekosistemnya belum mendukung," jelasnya.
Ia menambahkan, infrastruktur pengisian daya menjadi aspek yang sangat penting, terutama bagi kendaraan logistik yang setiap hari menempuh perjalanan jauh.
"Untuk di Indonesia tinggal melihat kesiapan infrastrukturnya. Karena memang commercial vehicle ini kan memang dipakai untuk cari uang, jadi banyak perjalanannya terutama logistik," kata Rodko.
Selain kendaraan listrik berbasis baterai (BEV), Isuzu juga tengah mengembangkan teknologi ramah lingkungan lainnya, yakni hidrogen. Menurut Rodko, arah pengembangan Isuzu di Jepang tidak hanya berfokus pada kendaraan listrik, tetapi juga mengeksplorasi teknologi hidrogen sebagai alternatif di masa depan.
"Memang kita sedang mengembangkan, ke depannya begitu ya teman-teman mungkin sudah melihat kita ada hidrogen. Soal waktunya kapan ya kita belum bisa sampaikan, jadi yang di Jepang itu arahnya ke sana dan tidak hanya EV, tetapi ada juga tadi hidrogen," tutup Rodko.
(lua/dry)