Bagikan:

JAKARTA - Militer Israel kembali melancarkan serangan ke Lebanon selatan pada Hari Rabu meskipun perundingan sedang berlangsung, menuding kelompok militan Hizbullah melanggar gencatan senjata, sementara pihak Beirut melaporkan setidaknya satu orang tewas.

Serangan baru dan peringatan evakuasi pertama dalam beberapa pekan terakhir ini terjadi saat Lebanon dan Israel sedang mengadakan perundingan yang diprakarsai Amerika Serikat di Roma, Italia untuk mengakhiri permusuhan, di mana Beirut mengupayakan penarikan pasukan Israel secara bertahap dari wilayah selatan.

"Menanggapi pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata oleh organisasi teroris Hizbullah, IDF telah mulai melancarkan serangan presisi di Lebanon selatan," demikian pernyataan militer, tak lama setelah memerintahkan penduduk untuk mengevakuasi Kota Al-Mansouri di wilayah selatan, melansir Al Arabiya dari AFP (5/8).

Media Pemerintah Lebanon melaporkan satu orang tewas dan 11 lainnya terluka dalam serangan terpisah.

Militer Israel pada hari Rabu menyampaikan pesan kepada penduduk al-Mansouri: "Mengingat pelanggaran Hizbullah terhadap kesepakatan gencatan senjata, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) terpaksa mengambil tindakan tegas terhadap mereka."

"Demi keselamatan Anda, Anda harus segera mengungsi dari rumah dan bergerak ke arah utara," tulis juru bicara militer berbahasa Arab, Ella Waweya, di platform X.

Kota Mansouri - yang terletak sekitar sembilan kilometer (enam mil) di selatan Tyre dan 10 kilometer di utara Israel - beserta wilayah sekitarnya telah menjadi sasaran beberapa serangan udara dan tembakan artileri Israel dalam beberapa pekan terakhir, meskipun gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel telah berlaku sejak Juni.

Pemerintah kota setempat memberi tahu warga pada tanggal 22 Juni, mereka boleh kembali, namun meminta mereka untuk menghindari bagian kota yang termasuk dalam wilayah yang disebut sebagai "zona keamanan" Israel di Lebanon selatan.

"Zona keamanan" tersebut merujuk pada suatu jalur wilayah tempat pasukan Israel terus beroperasi, yang membentang hingga sekitar 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon selatan di sepanjang perbatasannya dengan Israel.

BACA JUGA:


Dalam perundingan yang diprakarsai AS pada Bulan Juni, Israel dan Lebanon menyepakati kerangka kerja yang mencakup pelucutan senjata Hizbullah, penarikan bertahap pasukan Israel dari Lebanon selatan, serta pengerahan tentara Lebanon ke wilayah tersebut, yang dimulai di area uji coba yang dikenal sebagai "zona percontohan."

Negosiasi pekan ini, yang dijadwalkan berlangsung hingga Kamis, merupakan putaran ketujuh perundingan yang dimediasi Washington sejak Hizbullah menyeret Lebanon ke dalam konflik Timur Tengah pada bulan Maret melalui serangan roket ke Israel sebagai bentuk dukungan terhadap pendukungnya, Iran.

Israel merespons dengan serangan udara besar-besaran dan invasi darat yang menurut pihak Lebanon telah menewaskan lebih dari 4.300 orang.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+