Sabtu, 26 September 2026 - 10:30 WIB
VIVA – Iran memperingatkan perjalanan udara di kawasan tersebut dapat terganggu jika maskapai penerbangan Iran terus dilarang mengakses penerbangan dan layanan bandara.
Baca Juga
Iran tidak akan menerima negara-negara kawasan yang berpihak pada kebijakan Amerika Serikat (AS) memusuhi Iran, kata penasihat senior pemimpin tertinggi Iran, Mohammad Mokhber, dalam sebuah unggahan di platform X.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Strategi kami dalam masalah ini jelas, perjalanan udara di kawasan ini tersedia bagi semua pihak atau tidak bagi siapa pun. Jika Iran tidak dapat melakukan perjalanan udara dan menerima layanan bandara, maka tidak ada negara di kawasan ini yang dapat melakukannya juga," kata Mokhber dikutip Sabtu, 26 September 2026.
Baca Juga
Keputusan negara-negara kawasan untuk berpihak pada AS dalam menerapkan "kebijakan bermusuhan" akan terus diingat oleh rakyat Iran, katanya.
Komentar Mokhber itu muncul setelah pembatasan terhadap maskapai penerbangan Iran diperluas pekan ini di tengah sanksi AS yang menargetkan operasi internasional Iran.
Baca Juga
Bandara Internasional Najaf di Iran menangguhkan semua penerbangan dari dan ke Iran pada Jumat, 25 September 2026 hingga pemberitahuan lebih lanjut, dengan alasan adanya arahan dari pihak berwenang.
Uni Emirat Arab juga menangguhkan penerbangan maskapai baik dari maupun menuju Iran pada Kamis, 24 September 2026 hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Otoritas Penerbangan Sipil Umum negara itu menyebutkan adanya pembatasan AS yang diberlakukan terhadap maskapai penerbangan Iran sebagai alasannya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan operasi maskapai penerbangan Iran di seluruh dunia akan terhenti mulai 23 September sebagai bagian dari sanksi baru, seiring dengan berlanjutnya upaya untuk mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran.
Perundingan mengalami jalan buntu, meskipun ada nota kesepahaman pada Juni untuk mencapai perdamaian final akibat ketidaksepakatan mengenai navigasi di Selat Hormuz, salah satu jalur strategis terpenting di dunia untuk pasokan energi dan barang. (Ant)
Iran Bakal Buka Selat Hormuz, Asalkan AS Dapat Memenuhi Kesepakatan
Menlu Iran Abbas Araghchi mengatakan pihaknya dapat membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari jika Amerika Serikat (AS) ingin menerima kesepakatan.
VIVA.co.id
26 September 2026