Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:55 WIB

Jakarta, VIVA – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa pasukan militer Iran telah menghancurkan sejumlah fasilitas milik Amerika Serikat (AS).

Baca Juga

Salah satu fasilitas yang dihancurkan adalah radar pemantau milik Amerika Serikat (AS) yang ditempatkan di Oman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pagi ini, pasukan angkatan laut IRGC menargetkan dan menghancurkan sebuah radar pemantau maritim di wilayah Salamah, serta radar pemantau milik AS di Pulau Ghanam, Oman, dalam gelombang ke-13 dari Operasi Nasr-2," kata IRGC dalam sebuah pernyataan, dikutip Sabtu, 18 Juli 2026.

Baca Juga

IRGC juga mengungkapkan telah melancarkan serangan balasan mendadak terhadap pusat komando operasi khusus AS yang bermarkas di daerah At Tanf, yang terletak di wilayah barat daya Suriah.

Serangan tersebut menghancurkan "sistem radar AS, beberapa unit helikopter operasi khusus, dan sejumlah personel militer".

Baca Juga

IRGC menambahkan bahwa operasi tersebut merupakan bentuk balasan atas serangan udara AS di dekat Kota Iranshahr di wilayah tenggara Iran.

Serangan AS tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya tujuh personel Iran, yang terdiri dari prajurit karier dan anggota wajib militer.

Selain itu, Iran juga meluncurkan serangan menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone), yang menghancurkan beberapa pesawat pengisi bahan bakar serta jet tempur AS yang disiagakan di Yordania, ujar IRGC.

Pada pertengahan Juni lalu, Pemerintah Iran dan Pemerintah AS telah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk mengakhiri konflik militer antara kedua negara. Namun, sejak 8 Juli, pasukan AS kembali melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim bahwa serangan yang mereka lakukan merupakan respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Pasukan Iran kemudian membalas tindakan tersebut dengan melancarkan sejumlah serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di kawasan Timur Tengah. (Ant)

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto

Airlangga Tegaskan Indonesia Netral dalam Digital AI, Tak Berpihak ke AS Maupun China

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan Indonesia tidak berpihak ke China maupun Amerika Serikat (AS) untuk bidang kecerdasan buatan (AI).

VIVA.co.id

18 Juli 2026