Bagikan:
JAKARTA - Iran menegaskan belum melakukan negosiasi langsung dengan Amerika Serikat. Komunikasi kedua negara saat ini hanya berlangsung melalui mediator, sementara pembicaraan Iran dan Oman mengenai jalur pelayaran baru melalui Selat Hormuz sudah memasuki tahap akhir.
Anadolu Agency dikutip Minggu, 9 Agustus, melaporkan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan negosiasi langsung dengan Washington belum bisa dimulai kembali selama persoalan pelanggaran nota kesepahaman oleh AS belum diselesaikan.
“Selama pelanggaran terhadap nota kesepahaman oleh Amerika Serikat belum berakhir dan Amerika Serikat belum memberikan kompensasi atas apa yang telah dilanggarnya, negosiasi tidak mungkin dimulai kembali,” kata Araghchi kepada wartawan, Minggu, mengutip kantor berita Tasnim.
Menurut Araghchi, komunikasi antara Iran dan AS masih dilakukan melalui pihak ketiga.
“Para mediator masih berusaha mencari cara baru untuk bernegosiasi,” ujarnya.
BACA JUGA:
Sementara itu, Iran juga membahas jalur pelayaran baru bersama Oman melalui Selat Hormuz.
Araghchi mengatakan pembicaraan tersebut mencatat kemajuan dan sudah mencapai tahap akhir.
Namun, ia menegaskan pembentukan jalur baru itu tidak berarti Selat Hormuz akan langsung dibuka kembali.
“Ini tentu saja tidak berarti pembukaan kembali Selat Hormuz,” kata Araghchi.
Menurut Araghchi, pembukaan kembali selat tersebut bergantung pada “serangkaian syarat”. Araghchi tidak menjelaskan lebih jauh syarat yang dimaksud.
Ketegangan kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada Februari.
Teheran dan Washington kemudian menyepakati gencatan senjata pada April. Kedua pihak selanjutnya menandatangani nota kesepahaman pada Juni yang ditujukan untuk mengakhiri konflik militer dan mencapai kesepakatan damai jangka panjang.
Namun, kesepakatan itu runtuh bulan lalu.
Iran dan AS kembali saling melancarkan serangan selama hampir dua pekan sebelum Presiden AS Donald Trump secara mendadak menghentikan pengeboman di tengah laporan mengenai pembicaraan untuk menyelesaikan konflik.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+