Teheran (ANTARA) - Iran akan menyerang semua pangkalan militer dan fasilitas Amerika Serikat di Timur Tengah jika AS kembali melancarkan serangan ke Iran, menurut Markas Besar Angkatan Bersenjata Iran Khatam Al-Anbiya.

"Jika AS membuat kesalahan lagi terhadap Iran, maka semua pangkalan dan kepentingan negara tersebut di kawasan ini akan menjadi sasaran serangan yang terus-menerus dan menyakitkan tanpa batasan atau keraguan sedikit pun," kata badan tersebut dalam pernyataannya pada Minggu (20/9).

Sebagaimana disiarkan televisi nasional IRIB, Khatam Al-Anbiya memperingatkan Iran tidak akan menahan diri terhadap negara-negara di Timur Tengah yang memutuskan ikut serta dalam agresi AS.

Mereka juga mengeklaim AS, dengan persetujuan sejumlah negara di Timur Tengah, sepakat menggelar rapat gabungan di sebuah negara Eropa dalam rangka mempersiapkan operasi militer baru terhadap Iran.

Baca juga: Presiden Iran Masoud Pezeshkian tak dukung perang dengan AS berlanjut
Baca juga: Sanksi ekonomi AS ke Iran berfokus pada lima sektor
Baca juga: Iran masih bertukar pesan dengan AS, tapi belum mulai perundingan

Perang antara Iran dan AS bermula pada 28 Februari, dengan serangan gabungan AS dan Israel ke Iran dibalas dengan serangan Iran ke sejumlah titik di kawasan.

Pada pertengahan Juni, setelah berbulan-bulan saling serang, Iran dan AS sepakat meneken memorandum untuk menghentikan permusuhan. Namun, perang kembali berlanjut tak lama kemudian.

Hingga kini, masih belum ada tanda-tanda konflik berakhir, dengan permusuhan dan saling serang terus terjadi secara sporadis.

Dengan kondisi tersebut, AS memilih meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran dalam upaya mengakhiri konflik dengan menciptakan kesulitan ekonomi baru bagi Iran.

Sumber: Sputnik

Pewarta: Nabil Ihsan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.