Iran ajukan tujuh syarat untuk memulai negosiasi dengan AS
Minggu, 20 September 2026 09:09 WIB
Petani memperlihatkan biji pinang saat proses penjemuran di Desa Blang Beurandang, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Sabtu (19/9/2026). Data Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Barat mencatat dari 1.298,46 hektare luas area perkebunan pinang yang tersebar di 12 kecamatan di wilayah tersebut diperkirakan mampu memproduksi biji pinang kering sebanyak 195,31 ton hingga 230,32 ton per tahun yang kemudian diekspor ke sejumlah negara seperti India, Iran, Thailand, Vietnam, Malaysia dan Arab Saudi melalui pelabuhan belawan Sumatera Utara dengan harga jual berkisar Rp16.000 hingga Rp23.000 per kilogram tergantung grade dan kualitas pinang. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/YU (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)
Teheran (ANTARA) - Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaee, Sabtu (19/9) menyatakan Iran telah mengajukan tujuh syarat kepada Amerika Serikat (AS) untuk memulai perundingan antara kedua negara.
"Iran telah mengajukan tujuh syarat kepada pemerintah AS untuk memulai perundingan apa pun,β ujar Rezaee melalui media sosial X.
βPesan kami jelas dan tegas β jika AS ingin keluar dari kesulitan yang mereka ciptakan sendiri dan tidak ingin terus terjebak di dalamnya, tidak ada pilihan lain selain menerima syarat-syarat dari Iran," imbuhnya.
Sebelumnya, pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah lokasi di Iran, yang kemudian dibalas oleh negara tersebut.
Setelah kedua pihak saling serang selama berbulan-bulan, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan konflik tersebut pada pertengahan Juni. Namun, serangan kembali terjadi tidak lama usai perjanjian tersebut berlaku.
Hingga kini, perseteruan kedua negara masih belum dapat diselesaikan. Bahkan, AS memutuskan untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran sebagai upaya untuk mengakhiri konflik dengan menciptakan beban finansial tambahan bagi negara Islam tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Pewarta : Uyu Septiyati Liman
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT Β© ANTARA 2026