Bagikan:
JAKARTA - Irak berencana segera memulai pembangunan pipa minyak baru menuju Suriah dan Turki guna mendiversifikasi rute ekspor hidrokarbon.
"Langkah selanjutnya adalah merampungkan seluruh prosedur untuk memulai pembangunan pipa minyak baru Basra-Haditha, yang selanjutnya akan terhubung ke Ceyhan di Turki dan Baniyas di Suriah," kata Juru bicara Kementerian Perminyakan Irak Salim al-Rikabi kepada RIA Novosti, Selasa (4/8), dilaansir ANTARA dari Sputnik.
Pada 1 Agustus, Irak dan Turki menandatangani kesepakatan mengenai pengangkutan minyak mentah Irak melalui pipa menuju Pelabuhan Ceyhan. Dokumen tersebut menetapkan laju aliran minimum sebesar 750.000 barel per hari.
Baca juga:
- Trump: Selat Hormuz Harus Segera Dibuka atau Iran Dihantam Sangat Keras
- Netanyahu: Israel Tidak Akan Mundur dari Gaza Sampai Hamas Benar-benar Dilucuti Senjatanya
- Lebanon-Israel Lanjutkan Perundingan yang Dimediasi AS di Roma
Pada 17 Juli di Washington, Irak dan Suriah menandatangani nota kesepahaman mengenai pemulihan pipa minyak yang menghubungkan kedua negara.
Sektor perminyakan Irak terdampak serius akibat konflik di Teluk Persia dan penutupan de facto Selat Hormuz, jalur yang selama ini dilalui sebagian besar ekspor minyak Irak.
Karena itu, pemerintah Irak berupaya meningkatkan ekspor minyak melalui rute-rute alternatif.
Tag: internasional irak suriah
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
Tag Terpopuler
#prabowo subianto #donald trump #febrie adriansyah #konflik timur tengah #giias 2026
Populer
| BERITA
Iran Bakal Serang Angkatan Laut AS Jika Blokade Hormuz Terus Berlanjut
05 Agustus 2026, 00:01
| BERITA
Qatar Pastikan Draf Baru Kesepakatan AS-Iran Diproses, Koordinasi dengan Oman
05 Agustus 2026, 01:01
| BERITA
Trump Menolak Pungutan, Iran-Oman Hampir Capai Kesepakatan Jalur Pelayaran di Selat Hormuz
05 Agustus 2026, 02:02
| BERITA
Delapan Aktivis Mahasiswa Ditahan Setelah Menerobos Masuk Pangkalan Udara AS
05 Agustus 2026, 04:00
| BERITA
AS-Iran Diklaim Menkeu Bessent Berpotensi Capai Kesepakatan Buka Selat Hormuz Rab
05 Agustus 2026, 03:03