Pontianak (ANTARA) - Investasi Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), pada 2025 mencapai 157,11 persen dari target pemerintah pusat dan provinsi, sekaligus 223,49 persen dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

"Capaian 157,11 persen menunjukkan realisasi investasi Kubu Raya melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk 2025," kata Bupati Kubu Sujiwo di Sungai Raya, Kalbar, Rabu.

Kinerja tersebut bahkan, menurut dia, lebih tinggi dibandingkan target investasi yang ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Kubu Raya 2025, dengan capaian mencapai 223,49 persen.

Sujiwo menilai capaian itu menunjukkan iklim investasi di Kubu Raya semakin kondusif serta meningkatnya kepercayaan penanam modal untuk menanamkan modalnya di daerah.

Realisasi tersebut mencakup investasi dari Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanam Modal Asing (PMA), yang menjadi indikator penting dalam mengukur aktivitas penanaman modal dan perkembangan perekonomian daerah.

Penguatan investasi juga menjadi perhatian pemerintah daerah karena penanaman modal berpotensi mendorong aktivitas ekonomi, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kegiatan usaha masyarakat, serta memperkuat penerimaan daerah.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kubu Raya sebelumnya telah menyusun target realisasi investasi 2025-2045 sebagai bagian dari upaya menjaga pertumbuhan investasi daerah secara berkelanjutan.

Capaian 2025 tersebut menjadi modal bagi Kubu Raya untuk mempertahankan kepercayaan investor dengan memperkuat kemudahan perizinan, kepastian berusaha, pelayanan investasi dan kesiapan infrastruktur pendukung.

"Kami berharap peningkatan investasi tidak hanya tercermin dalam nilai penanaman modal, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," kata Sujiwo.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat, realisasi investasi proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Kabupaten Kubu Raya pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp2,36 triliun.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.