Palangka Raya (ANTARA) - Pasar Inflasi, inovasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM), Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah yang sudah hampir berjalan satu bulan mendapatkan respon positif dari masyarakat.
"Masyarakat antusias untuk berbelanja kebutuhan pokok di Pasar Inflasi. Respon positif itu juga sejalan dengan efektivitas dalam pengendalian inflasi daerah," kata Sekretaris Disperindagkop UKM Kobar, M Suhendra di Pangkalan Bun, Kamis.
Dia mengakui kehadiran Pasar Inflasi itu selain untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok, juga sebagai upaya melihat kemampuan daya beli masyarakat serta memberikan rasa aman dari gejolak kenaikan harga.
"Melalui inovasi ini juga sebagai antisipasi kita untuk menghadapi potensi naiknya harga barang, terutama bahan pokok," ucapnya.
Suhendra menyatakan hal tersebut juga mengingat situasi geopolitik saat ini yang mengakibatkan tidak stabilnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Dunia menjadi salah satu pemicu naiknya harga barang termasuk harga kebutuhan pokok.
"Harapannya dengan pasar Inflasi ini, kita mampu memberikan pasar penyeimbang non subsidi dalam rangka Pengendalian Inflasi Daerah di Kabupaten Kobar," ungkapnya.
Terdapat beberapa bahan pokok yang tersedia di Pasar Inflasi tersebut diantaranya, beras medium dan premium, minyakita, gula pasir, telur ayam ras, bawang putih dan merah, cabai rawit merah, daun bawang, gas elpiji nonsubsidi 5,5 kilogram dan 12 kilogram.
"Tentunya, kami akan terus berkomitmen untuk terus menjaga kontinuitas dan kualitas program ini, agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan," ungkapnya.
Berdasar data Sisdagperin Kalteng, rata-rata harga gula pasir curah di provinsi setempat Rp19.435 per kilogram, minyak goreng antara Rp16.910 hingga 23.900 per liter tergantung merek, telur ayam ras Rp31.707 per kilogram, bawang merah Rp45.357 per kilogram, bawang putih Rp43.139 per kilogram dan cabai antara Rp64.154 hingga Rp81.038 per kilogram.
Baca juga: Gubernur gratiskan paket sembako pasar murah tiga kelurahan di Kobar
Baca juga: Kalteng distribusikan 4.000 paket sembako murah ke Kotawaringin Timur
Sementara itu, Irwan selaku warga yang berbelanja di Pasar Inflasi tersebut, dirinya sangat menyambut baik kehadiran pasar inflasi ini.
"Kehadiran Pasar Inflasi ini sangat membantu kami, khususnya kepala rumah tangga di tengah perekonomian kita saat ini sedang sulit, dengan pasar Inflasi ini kita bisa mendapatkan harga bahan pokok yang lebih terjangkau," ucapnya.
Selain itu, dirinya juga berpesan agar sosialisasi terhadap kehadiran pasar Inflasi ini untuk lebih baik lagi dan menjangkau luas, karena dirinya menilai banyak masyarakat yang belum tau keberadaan pasar tersebut.
"Tentunya, sosialisasi ke tempat-tempat yang memang belum mendengar, ini aja saya berbelanja kebetulan lewat, terus mampir. Jadi baru hari ini saya tau adanya pasar ini," ungkapnya.
Warga Kobar itu pun berharap pelaksanaan pasar inflasi tersebut dapat sering dilaksanakan, dan menjangkau daerah-daerah yang agak jauh.
"Salut dengan Pemkab Kobar, yang bersinergi dengan Bulog dan Pertamina, semoga pelaksanaan pasar Inflasi ini dapat berjalan lancar dan sukses," kata Irwan.
Baca juga: Khofifah tegaskan komitmen jaga daya beli melalui pasar murah
Baca juga: Aceh gelar pasar murah untuk tekan inflasi dan jaga daya beli
Baca juga: Kemendagri minta TPID turun ke pasar jaga stabilitas harga
Pewarta: Rendhik Andika
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.