Jakarta -
Jaecoo J5 menjelma jadi primadona baru masyarakat Indonesia. Kenapa SUV (Sport Utility Vehicles) listrik ini bisa masuk menjadi mobil terlaris?
Head of Marketing Jaecoo Indonesia Mohammad Ilham Pratama menjelaskan keberhasilan J5 tak lepas dari kemampuannya menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat saat ini.
"Konsumen melihat J5 ini EV SUV yang dapat memberikan pilihan baru, dan solutif untuk berkendara mobilitas saat ini," jelas Ilham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, preferensi pasar saat ini mengarah pada kombinasi SUV dan kendaraan listrik yang efisien. Dari sisi jarak tempuh, J5 dibekali range lebih dari 460 km dalam sekali pengisian daya, angka yang disebut sudah sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat Indonesia.
"Konsumen bukan hanya merepresentasikan diri dan si penggunanya. Kita melihat bahwa konsumen melihat sebuah mobil yang dapat mendukung mobilitas, efisien tentunya," kata Ilham.
Jaecoo pernah membuat simulasi kepemilikan antara mobil internal combustion engine (ICE) dengan Jaecoo J5.
Untuk mobil ICE turbo dengan skenario jarak tempuh per hari 50 kilometer (Km) dan jarak tempuh satu bulan 1.500 km, biaya konsumsi bahan bakar per hari yakni Rp 81.250 (harga per liter Rp 16.250 untuk bahan bakar RON 92), biaya per bulan sekitar Rp 2.500.000, ditambah biaya perawatan Rp 2.000.000. Artinya total biaya dalam satu tahun mencapai Rp 31.250.000.
Untuk mobil listrik Jaecoo J5 EV, biaya harian konsumsi energi cukup Rp 9.600 (harga per kWh Rp1.700). Lalu per bulan biayanya Rp 290.000, ditambah biaya perawatan Rp 500.000 dan per tahun total biaya Rp 4.000.000.
Dari simulasi tersebut, selisih biaya operasional antara J5 EV dan mobil ICE 1.500 cc turbo mencapai sekitar Rp 27.250.000 per tahun, atau setara penghematan hingga 88%.
Sebagai nilai tambah, sebagai kendaraan listrik, J5 EV juga masih mendapatkan pembebasan pajak tahunan, sehingga makin menekan biaya kepemilikan dibandingkan mobil berbahan bakar minyak.
"SUV EV dan kita mengapresiasi bahwa J5 EV saat ini menjadi pilihan yang sangat signifikan dalam kondisi saat ini, kalau secara range, range kita 460 km lebih, sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat saat ini, mereka membutuhkan EV dan SUV," papar Ilham.
Kalau melihat data pasar terkini, harga Jaecoo J5 EV memang tergolong kompetitif, khususnya untuk kelas SUV listrik menengah.
Di balik tingginya animo pasar, Jaecoo mengakui sempat menghadapi keluhan konsumen terkait lamanya waktu pengiriman unit. Pihak perusahaan menyatakan telah melakukan evaluasi dan perbaikan pada proses tersebut.
"Kami berharap angka dari J5 ini terus bertumbuh seiring berjalannya waktu, kami minta maaf kalau kemarin pengiriman sering ditanyakan konsumen, saat ini kita terus mengevaluasi dan improvisasi dengan pengiriman, saat ini bisa kita bilang lebih cepat dari sebelumnya, kalau mungkin sebelumnya lebih dari sebulan, sekarang sudah dapat kurang dari satu bulan, tentunya itu disesuaikan dengan kelengkapan dan penyelesaian administrasi yang diharuskan pada saat melakukan pembelian," ungkap Ilham.
Jaecoo mencatatkan performa impresif sebagai penantang baru. Kendati baru mengandalkan satu model utama lewat Jaecoo J5, brand di bawah naungan Chery Group ini sukses membukukan penjualan sebesar 16.990 unit. Angka tersebut membuat Jaecoo langsung menguasai 24,36 persen pangsa pasar mobil listrik nasional.
(riar/dry)