Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:05 WIB

VIVA – Memiliki kekayaan besar sebelum menginjak usia 40 tahun bukan semata-mata persoalan keberuntungan atau memiliki penghasilan fantastis sejak muda. Bagi banyak orang, usia 20-an dan 30-an justru menjadi periode penting untuk membangun fondasi keuangan yang dapat menentukan kondisi finansial di masa depan.

Baca Juga

Pada rentang usia tersebut, seseorang mungkin masih merintis karier, meningkatkan pendapatan, hingga mulai memiliki berbagai kebutuhan hidup. Namun, satu keunggulan yang dimiliki adalah waktu. Semakin awal seseorang mulai menabung dan berinvestasi, semakin panjang kesempatan uang tersebut untuk berkembang melalui efek compounding atau bunga berbunga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, target menjadi kaya sebelum usia 40 tahun lebih realistis jika dibangun melalui kebiasaan yang konsisten, bukan dengan mengejar cara instan. 

Baca Juga

Berikut sejumlah kebiasaan finansial yang dapat mulai diterapkan sejak sekarang, seperti dilansir dari Forbes.

1. Biasakan Menabung dan Berinvestasi di Awal Menerima Gaji

Baca Juga

Banyak orang menggunakan pola keuangan dengan membayar seluruh kebutuhan terlebih dahulu, kemudian menyimpan sisa penghasilan. Masalahnya, cara tersebut sering membuat jumlah uang yang ditabung bergantung pada seberapa banyak uang yang tersisa.

Sebaliknya, cobalah menerapkan prinsip "pay yourself first" atau membayar diri sendiri terlebih dahulu. Begitu menerima penghasilan, langsung sisihkan sebagian untuk tabungan dan investasi sebelum digunakan untuk kebutuhan maupun keinginan.

Sebagai permulaan, seseorang dapat mengalokasikan sekitar 10 persen dari penghasilan. Persentase tersebut kemudian bisa ditingkatkan seiring bertambahnya pendapatan.

Agar lebih konsisten, manfaatkan fitur transfer otomatis dari rekening utama ke rekening tabungan atau investasi. Dengan begitu, aktivitas menabung tidak lagi bergantung pada keputusan setiap bulan.

2. Manfaatkan Efek Compounding Sejak Muda

Waktu merupakan salah satu aset paling penting dalam membangun kekayaan. Uang yang diinvestasikan lebih awal memiliki kesempatan lebih panjang untuk menghasilkan keuntungan, kemudian keuntungan tersebut kembali menghasilkan keuntungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Konsep ini dikenal sebagai compounding. Semakin lama uang dibiarkan berkembang, semakin besar pula potensi pertumbuhannya.

Sebagai gambaran, seseorang yang mulai menginvestasikan jumlah relatif kecil sejak usia 20-an bisa saja mengumpulkan hasil yang lebih besar dibandingkan orang yang baru mulai berinvestasi dengan nominal lebih tinggi ketika sudah memasuki usia 30-an.

Halaman Selanjutnya

Karena itu, tidak perlu menunggu memiliki uang dalam jumlah besar untuk memulai. Konsistensi dan jangka waktu justru menjadi faktor penting.