Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:07 WIB
Jakarta, VIVA – Industri penerbangan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan terhadap layanan perawatan pesawat. Kondisi tersebut membuat fasilitas maintenance menjadi bagian penting dalam mendukung operasional maskapai, termasuk untuk penerbangan regional dan internasional.
Baca Juga
Di kawasan Timur Tengah, kebutuhan tersebut menjadi salah satu bagian dari perkembangan ekosistem aviasi. Indonesia melalui perusahaan perawatan pesawat PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF AeroAsia) kini mengambil bagian dalam pengelolaan fasilitas perawatan pesawat di Oman.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
GMF AeroAsia menandatangani perjanjian konsesi selama 20 tahun dengan Otoritas Penerbangan Sipil Oman atau Civil Aviation Authority (CAA) untuk mengoperasikan dan mengelola fasilitas perawatan pesawat di Bandara Internasional Muscat.
Baca Juga
Penandatanganan dilakukan oleh Presiden CAA Naif bin Ali Al-Abri dan CEO GMF AeroAsia Andy Fahrurrozi. Kegiatan tersebut berlangsung di sela pembukaan Civil Aviation Investment Forum di Muscat, Oman, pada pekan ini.
Melalui perjanjian tersebut, GMF akan mengoperasikan fasilitas perawatan pesawat di Bandara Internasional Muscat selama 20 tahun. Layanan yang disediakan mencakup perawatan berat atau heavy maintenance serta inspeksi berkala.
Baca Juga
Layanan tersebut ditujukan bagi armada maskapai nasional, regional, hingga internasional. Fasilitas tersebut juga akan menangani sejumlah kebutuhan perawatan pesawat yang mencakup rangka pesawat, mesin, dan avionik.
"Tak hanya soal bisnis, kerja sama ini juga membuka jalan alih pengetahuan dan teknologi canggih di bidang perawatan rangka pesawat (airframe), mesin, dan avionik," tulis keterangan mengutip akun resmi Civil Aviation Authority Oman, Selasa (6/10/2026).
Kerja sama tersebut juga mencakup pengembangan pengetahuan dan teknologi di bidang perawatan pesawat. Adapun GMF akan mengelola fasilitas tersebut berdasarkan konsesi yang berlaku selama 20 tahun.
GMF AeroAsia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perawatan pesawat dan berada dalam ekosistem BUMN yang dikelola melalui Danantara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kerja sama dengan otoritas penerbangan Oman tersebut berlangsung setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan target agar lebih banyak BUMN Indonesia masuk ke pasar global. Pernyataan tersebut disampaikan saat peluncuran Danantara di Istana Kepresidenan Jakarta pada (24/2/2026).
"Kita ingin melihat lebih banyak BUMN Indonesia masuk dalam daftar Global Fortune 500, membuktikan bahwa Indonesia bukan sekadar pengikut, tetapi Indonesia juga dapat menjadi pelopor dan pemimpin dalam perekonomian dunia," kata Presiden Prabowo dalam peluncuran Danantara di Istana Kepresidenan Jakarta.
Halaman Selanjutnya
Melalui perjanjian tersebut, GMF memperoleh konsesi selama 20 tahun untuk mengoperasikan dan mengelola fasilitas perawatan pesawat di Bandara Internasional Muscat. Kegiatan utamanya mencakup layanan heavy maintenance dan inspeksi berkala untuk armada maskapai nasional, regional, maupun internasional.