Medan (ANTARA) - Indonesia memperkuat koridor rantai pasok dari jalur pelayaran Selat Malaka di Sumatera Utara (Sumut) sebagai bagian atas upaya meningkatkan konektivitas dan daya saing ekonomi kawasan.
Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Edi Prio Pambudi menyebutkan pelayaran Selat Malaka peluang strategis yang bisa memperkuat posisi Sumatera Utara dalam jaringan perdagangan regional.
"Inilah mengapa Indonesia maju dengan pendekatan lebih terintegrasi, merencanakan proyek dengan perencanaan pemerintah daerah, dan memperkuat koridor rantai pasok kita dari Sumatera Utara,” kata Edi dalam Senior Official Meeting Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Ke-32 di Medan, Selasa.
Menurut Edi, pelaksanaan IMT-GT tidak hanya membahas tentang konektivitas, tetapi juga menjadi momentum menata kembali kerja sama kawasan di tengah dinamika global yang terus berkembang.
"Momen IMT-GT kali ini, bukan hanya diskusi mengenai konektivitas semata. IMT-GT juga merupakan momentum untuk menata ulang hal tersebut,” ujar dia.
Pihaknya mengatakan dinamika geopolitik yang terjadi belakangan ini turut mendorong ASEAN memiliki strategi sendiri dalam menjaga stabilitas, dan memperkuat kerja sama kawasan.
"Karena kita memahami situasi dinamis baru-baru ini di bawah ketegangan geopolitik, ASEAN juga perlu memiliki cara mereka sendiri tentang bagaimana menjaga resolusi mereka,” kata Edi.
Pihaknya juga menekankan, pentingnya kesiapan kawasan subregional menghadapi dampak El Nino untuk menjaga keamanan rantai pasok, khususnya ketahanan pangan dan kelancaran arus logistik.
Sejumlah komoditas unggulan, seperti karet, minyak kelapa sawit, produk perikanan, hortikultura bernilai tinggi, serta perdagangan digital dapat menjadi motor penggerak maupun keunggulan kompetitif bersama.
“Indonesia siap memperluas bahan kimia kelapa sawit, biometan dan energi, serta produk hortikultura tropis ke pasar yang lebih luas, didukung oleh rumah pengemasan modern dan sistem rantai dingin yang tangguh di sistem sanitasi,” jelas Edi.
Delegasi Malaysia Zunika binti Mohamed, menyambut baik inisiatif strategis di bidang pariwisata, termasuk rencana pemasaran, media pariwisata IMT-GT, dan studi mempromosikan IMT-GT sebagai destinasi tunggal.
Pihaknya mengatakan, pariwisata lintas batas tetap menjadi pendorong ekonomi yang penting, sehingga dinilai mampu mendorong kerja sama pariwisata subregional yang lebih mendalam.
"Termasuk segitiga pertumbuhan Jawa-Sumatera, konektivitas maritim, dan tautan perjalanan digital yang memposisikan IMT-GT sebagai destinasi berkelanjutan terintegrasi," kata Zunika.
Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.