Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:57 WIB
Jakarta, VIVA – Indonesia memperkuat jejaring dan kerja sama internasional di bidang Perlindungan Varietas Tanaman (PVT), melalui partisipasi dalam APSA 2026 Regional Plant Variety Protection Consultation yang diselenggarakan di Seoul, Korea Selatan pada 11–12 Agustus 2026.
Baca Juga
Kepala Pusat PVTPP Kementerian Pertanian, Leli Nuryati mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan oleh Asia and Pacific Seed Alliance (APSA) ini menjadi forum regional yang mempertemukan pejabat pemerintah, pakar internasional, serta pelaku industri benih dari kawasan Asia dan Pasifik untuk bertukar pengalaman dan membahas perkembangan kebijakan PVT.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Partisipasi dalam forum regional seperti ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih konkret dalam pengelolaan PVT,” kata Leli dalam keterangannya, Rabu, 12 Agustus 2026.
Baca Juga
Kepala Pusat PVTPP Kementan, Leli Nuryati
Photo :
- [Istimewa]
Dia menjelaskan, isu utama yang dibahas dalam pertemuan ini adalah tentang upaya harmonisasi pengelolaan permohonan hak PVT dari luar negeri, dan penerapan konsep varietas turunan esensial dalam sistem PVT.
Baca Juga
Dalam paparannya, Leli menjelaskan bahwa dalam lima tahun terakhir, permohonan hak PVT dari luar negeri di Indonesia menunjukkan tren yang meningkat, dengan 26 permohonan hak PVT.
Regulasi PVT Indonesia memberikan ruang bagi varietas yang tidak dapat tumbuh dengan normal di Indonesia, untuk dilakukan pemeriksaan substantif (Uji BUSS) melalui pemeriksaan dokumen (checking document) laporan hasil uji BUSS dari negara lain.
“Bagi Indonesia, forum ini menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring kerja dengan organisasi internasional dan kantor penyelenggara PVT di berbagai negara. Pertukaran pengalaman yang dilakukan dalam forum juga memberikan masukan yang relevan bagi penguatan pengelolaan PVT di Indonesia” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, dua negara yaitu Laos dan India, menyatakan ketertarikan untuk menjajaki kerja sama dengan Indonesia dalam bidang pengelolaan PVT, termasuk dalam pertukaran dan harmonisasi Panduan Pelaksanaan Uji (PPU) BUSS.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
APSA sebagai organisasi internasional dengan jejaring yang kuat, sangat mendukung bentuk kerjasama antar negara dan bersedia menjadi mediator dalam kerjasama tersebut.
Ke depan, Indonesia memandang bahwa penguatan kerja sama PVT di tingkat internasional perlu diarahkan pada harmonisasi standar teknis, pembangunan kepercayaan bersama terhadap kualitas pemeriksaan substantif, penguatan kapasitas kelembagaan, serta pembentukan kerangka kerjasama yang sesuai.
Halaman Selanjutnya
Untuk mendukung upaya tersebut, diperlukan dukungan dan kolaborasi internasional melalui harmonisasi prosedur pengujian BUSS, kemungkinan pelaksanaan uji BUSS bersama (joint DUS trials), pengembangan platform digital yang aman untuk pertukaran laporan, serta fasilitasi kerja sama bilateral dan regional antarlembaga PVT.