Surabaya (ANTARA) - Penyedia produk susu Indomilk FnB Solutions bagian dari lini bisnis PT Indolakto (entitas anak perusahaan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk) mendorong inovasi industri pastry di Surabaya melalui kegiatan Indomilk Bakepreneur Roadshow bertajuk The Art of Curated Bite-Sized Pastries x Coffee Pairing.
General Manager Cold Chain PT Indolakto Adryan Widodo dalam keterangannya di Surabaya, Kamis mengatakan sinergisitas antara sajian makanan berkualitas dan kebiasaan minum kopi masyarakat merupakan peluang emas yang harus ditangkap secara jeli oleh para pemilik bisnis.
"Melalui roadshow di 5 kota ini, Indomilk FnB Solutions ingin mendampingi pelaku F&B mengoptimalkan tersebut secara komersial lewat strategi coffee pairing dan kreasi bite-sized pastry yang aplikatif," katanya.
Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan sebuah program edukasi dan pengembangan bisnis yang dirancang untuk membantu chef, baker, pelaku hotel, kafe, dan usaha kuliner mengeksplorasi peluang inovasi menu yang mampu menjawab perubahan preferensi konsumen sekaligus turut mendukung pertumbuhan bisnis.
"Rangkaian kegiatan diawali di kota Bandung pada bulan Juni lalu kemudian Bali, Semarang dan Medan di sepanjang awal dan pertengahan Juli, dan kini dilanjutkan ke Surabaya, tepatnya di Sky Lounge - The Westin Surabaya," tuturnya.
Ia menjelaskan, di tengah tantangan lonjakan harga bahan baku akibat dinamika ekonomi, para pelaku industri F&B nasional kini dituntut semakin jeli menjaga profitabilitas tanpa mengorbankan kualitas produk.
"Hal ini dapat dilakukan dengan menangkap momentum tren F&B, khususnya konsumsi kopi nasional yang terbukti kokoh dan tahan krisis," tuturnya.
Guest Pastry Chef sekaligus President Indonesia Pastry and Bakery Society Chef Louis Tanuhadi mengatakan tantangan terbesar para chef dan pemilik usaha kuliner hari ini adalah bagaimana menjaga roda bisnis tetap sehat dan menguntungkan saat harga bahan baku terus melonjak naik.
"Melalui kegiatan ini, saya ingin menantang kemampuan dan kreativitas rekan-rekan chef di Indonesia," katanya.
Ia mengatakan kemampuan industri dalam negeri untuk menghasilkan kreasi kelas dunia dengan kalkulasi biaya produksi yang jauh lebih rasional dapat dibuktikan melalui langkah optimalisasi penggunaan produk lokal.
"Sebagai kota penutup di Surabaya mengangkat tren lokalisasi menu global dengan menghadirkan kreasi cita rasa tradisional Indonesia yang autentik," tuturnya.
Dalam sesi demonstrasi kuliner di Surabaya kali ini Chef de Cuisine Magnolia Restaurant, Bagus Triandono turut mempersembahkan dua hidangan ikonik khas Surabaya yaitu Rawon Wagyu dan Tahu Tek, yang diolah dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan cita rasa autentiknya.
“Kami ditantang untuk menggunakan produk Indomilk FnB Solutions dan menghadirkan cita rasa yang eksklusif. Saya memilih Rawon Wagyu dan Tahu Tek karena keduanya merupakan kuliner khas Surabaya yang sangat digemari. Harapan kami, melalui acara ini, kekayaan kuliner Surabaya terus berkembang melalui berbagai inovasi," ujarnya.
Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.