REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pakar dan praktisi pendidikan dari berbagai negara berkumpul dalam International Book Council (IBC) 2026 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (4/10/2026). Forum tersebut membahas bagaimana buku dapat menjadi jalan membangun budaya membaca, refleksi, kepemimpinan, hingga pembentukan karakter generasi muda.

Mengusung tema “From Words to Worlds”, IBC 2026 mempertemukan pendidik, orang tua, penulis, pemerhati pendidikan, dan komunitas. Penyelenggara ingin aktivitas membaca tidak berhenti pada penguasaan informasi, tetapi berlanjut menjadi proses perubahan diri dan sosial.

IBC tahun ini merupakan penyelenggaraan ketiga. Forum serupa sebelumnya digelar di Malaysia pada 2024 dan Sri Lanka pada 2025.

Ketua Panitia Global IBC 2026 Bibi Sakina Kablazada mengatakan sekitar 75 peserta hadir dari berbagai negara. Mereka antara lain berasal dari Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Nigeria, Pakistan, India, Sri Lanka, Singapura, Malaysia, dan Australia.

Selain peserta reguler, penyelenggara memberikan akses tanpa biaya kepada sejumlah peserta. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari pendekatan sosial yang dibawa IBC.

“Selain peserta reguler, penyelenggara juga memberikan akses tanpa biaya kepada sebagian peserta sebagai bagian dari konsep sosial kegiatan,” kata Sakina.

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 13.00 WIB itu menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama. Sejumlah pembicara hadir dari Amerika Serikat, Inggris, Malaysia, dan Afrika.

Membaca Tak Berhenti pada Informasi

Kegiatan diawali dengan tilawah oleh Ananda Zaher Ahmed Behzad, santri Ma’had Bina Tahfidz Indonesia, Bogor. Setelah itu, Dr Misbahuddin Syed menyampaikan pidato pembukaan mengenai relevansi IBC bagi dunia pendidikan Indonesia.

Salah satu pembahasan utama hadir melalui sesi “Raise Me Right – Book Talk”. Sesi tersebut menghadirkan Jamilah Samian, pembicara internasional dan penulis serial buku pengasuhan dari Global Islamic Parenting Network (GIPNet), Malaysia.

Jamilah membahas pentingnya pengasuhan anak dengan tujuan yang jelas. Ia juga menekankan komunikasi yang dapat mendukung perkembangan anak dalam keluarga.

Dimensi reflektif membaca kemudian dibahas Uzma Ahmed melalui sesi “Tadabbur through Reading Stories”. Penulis dan penyusun kurikulum tersebut mengajak peserta melihat kegiatan membaca sebagai proses memahami, merenungkan, dan mengambil pelajaran.

Perspektif kepemimpinan turut mendapat tempat dalam IBC. Dr Sabariah Faridah Jamaluddin menyampaikan materi “The Prophetic Way of Building a Winning Team”.

Pendiri Little Caliphs International tersebut membahas nilai kepemimpinan yang bersumber dari keteladanan kenabian. Materinya terutama menyoroti pembentukan tim dan kemampuan mendorong perubahan.

Sementara itu, Misbahuddin Syed memperkenalkan enam tahapan transformasi melalui kegiatan membaca. Tahapan tersebut adalah Read, Reflect, Discern, Apply, Contribute, dan Become.

Konsep itu menghubungkan membaca dengan refleksi dan kemampuan memilah pengetahuan. Prosesnya kemudian dilanjutkan pada penerapan, kontribusi, hingga pembentukan diri.