Jakarta -
I.League melahirkan entitas PT Liga Utama Indonesia (PT LUI) untuk mengelola Championship. Dua kompetisi kini terpisah pengelolaannya.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sekaligus RUPS Luar Biasa (LB) di Jakarta, Senin (24/8/2026), PT LUI diputuskan menjalankan mandat sebagai produser dalam pengelolaan Pegadaian Championship dan EPA Championship. Hadir dalam kesempatan ini Direksi dan Dewan Komisaris PT LUI.
Ada sedikit perbedaan antara PT Liga Indonesia Baru (LIB/I.League) dengan PT LUI. Jika saham PT LIB dimiliki 99 persen oleh 18 klub dan 1 persen oleh PSSI, maka saham PT LUI dimiliki oleh PT LIB sebesar 50 persen, sisanya dibagi rata ke 20 klub Championship.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini RUPS tahunan ya. Ada RUPS tahunan PT Liga Utama Indonesia membahas prosesi dari kegiatan corporate untuk tahun 2025 sampai ke semester ini. Kemudian dilanjutkan dengan RUPS LB karena adanya perubahan kepemilikan saham PT Liga Utama Indonesia," kata Advisor I.League Budiman Dalimunthe.
"Nah, di RUPS LB juga disetujui beberapa agenda di antaranya perubahan susunan komisaris. Tadinya hanya Pak Sadikin (Aksa) mewakili pemilik saham PT Liga Indonesia Baru, ditambahkan dengan komisaris independen Pak Amir Burhanuddin ya, mewakili klub dia dari Deltras," ujarnya menambahkan.
"Sementara direksinya masih sama, Dirutnya Pak Ferry Paulus dan direkturnya Pak Asep (Saputra). Kemudian disetujui juga agenda-agenda kegiatan, jumlah pertandingan, kegiatan-kegiatan lain, dan juga aspek bisnisnya," katanya lagi.
Lahirnya PT LUI merupakan realisasi dari wacana memisahkan operator dua kompetisi berbeda yang mulai dicanangkan sejak Maret 2023. Dalam Sarasehan PSSI di Surabaya, muncul wacana untuk mengemas Liga 2 (kini Championship) secara independen oleh operator berbeda.
Wacana ini dimunculkan agar PT LIB (kini I.League) fokus mengelola kompetisi utama saja. Dengan begitu, Liga 2 bisa memaksimalkan potensi bisnis dari pengelolaan liga yang mandiri.
"(PT LUI) Tahun lalu ya dibentuknya. Itu kan kalau kalian refer ke Kongres (PSSI), kongres setelah Pak Ketum terpilih 2023 ya, kan memang sudah co-tier ya menghendaki adanya badan hukum baru untuk Liga 2 ya. Liga 2 dulu namanya, sekarang jadi Championship," tutur Budiman.
"Nah tahun lalu baru diwujudkan karena kan selama ini masih berinduk ke PT Liga Indonesia Baru. Dengan adanya PT Liga Utama Indonesia, perlahan tapi pasti kan nanti jadi lebih mandiri, lebih mandiri entitas bisnisnya terpisah agar lebih jelas juga nanti kan," ucapnya.
"Baik itu kalau ada keuntungan dividen, kalau ada kerugian ya ditanggung bersama. Jadi perlahan tapi pasti ini terjadi pemisahan badan hukum untuk Super League maupun Championship. Jadi ini lahir dari kongres yang 2023 ya," katanya lagi.
(mro/bay)