Mengusung tema nasional "Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang", kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

Sejumlah perwakilan instansi pemerintah, duta besar negara sahabat, organisasi masyarakat, hingga pelaku usaha turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Salah satunya adalah Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Rosnita Hamzah.

Baca Juga: Tak Sekadar Investasi, Ketum Hipmi Sebut Kunjungan Presiden Jerman Momentun Transfer Teknologi

Dalam kegiatan itu, BPD HIPMI Jaya di bawah kepemimpinan Ketua Umum, Muhammad Riandy Haroen melalui BPC HIPMI Jakarta Utara menyerahkan sebanyak 1.000 bibit mangrove.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program Giant Mangrove Wall yang tengah dikembangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai upaya memperkuat perlindungan kawasan pesisir.

Hingga Juli 2026, koridor penanaman mangrove di Jakarta telah mencapai panjang sekitar 1.368 meter. Capaian tersebut melampaui target Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang sebelumnya menargetkan penanaman mangrove sepanjang satu kilometer setiap tahun.

Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Utara, Victor Herryanto mengajak masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai organisasi untuk ikut terlibat dalam upaya pelestarian kawasan pesisir melalui penanaman mangrove.

"Kami mengajak masyarakat dan organisasi secara luas untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini sebagai bagian dari persiapan menuju perayaan lima abad DKI Jakarta pada 2027," ujar Victor melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Seperti yang diketahui, Mangrove memiliki peran penting sebagai benteng alami kawasan pesisir. Vegetasi ini mampu mengurangi dampak abrasi, meredam gelombang tinggi, menahan intrusi air laut, serta meningkatkan ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim.

Selain berfungsi melindungi garis pantai, kawasan mangrove juga menjadi habitat berbagai biota, seperti ikan, udang, kepiting, burung, hingga satwa liar lainnya. Keberadaan ekosistem tersebut turut menopang mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sumber daya pesisir.

Baca Juga: Jona Terpilih Aklamasi Pimpin HIPMI 2026-2029, Serukan Soliditas Hadapi Tantangan Ekonomi

Dari sisi lingkungan, mangrove dikenal memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar sehingga berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim.

Vegetasi ini juga membantu menjaga kualitas air, mengurangi sedimentasi, serta mendukung keberlangsungan ekosistem pesisir lainnya, seperti padang lamun dan terumbu karang.

Penanaman mangrove pun dinilai tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi hijau.

Pengembangan produk turunan mangrove berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah pesisir.