Selasa, 08 September 2026, 18:10 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) berhasil membalikkan kinerja menjadi laba pada semester I 2026. Perusahaan mencatat laba bersih sebesar Rp1,53 miliar, berbanding terbalik dengan rugi Rp82 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perbaikan profitabilitas tersebut sejalan dengan membaiknya kualitas aset perusahaan. Rasio non-performing financing (NPF) net turun menjadi 2,62% per Juni 2026 dari 3,30% pada akhir 2025 atau membaik 68 basis poin.
Presiden Direktur HDFA Lim Eng Khim mengatakan perbaikan kualitas pembiayaan didukung penguatan pemantauan portofolio, proses penagihan, serta langkah mitigasi risiko. Hingga Juni 2026, piutang pembiayaan HDFA tercatat sekitar Rp2,6 triliun.
Dari sisi pendapatan, HDFA membukukan revenue Rp200,4 miliar dengan beban operasional Rp129 miliar pada semester I 2026. Perbaikan kualitas aset turut memberikan ruang bagi perusahaan untuk memulihkan kinerja keuangan setelah pada 2025 mencatat rugi besar akibat peningkatan pencadangan risiko kredit.
Meski profitabilitas mulai pulih, HDFA tetap menerapkan pendekatan selektif dalam menyalurkan pembiayaan. Hal ini terutama karena hampir 50% portofolio perusahaan masih terkait sektor pertambangan dan perkebunan.
"Sikap kehati-hatian HDFA lebih didorong oleh dinamika di sektor spesifik yang menjadi fokus portofolionya," kata Lim dalam Public Expose Live 2026, Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Perusahaan terus memantau perkembangan harga komoditas seperti nikel, timah, serta komoditas lainnya yang dapat memengaruhi kemampuan pembayaran debitur. Langkah tersebut menjadi penting di tengah rasio NPF industri multifinance yang meningkat dari 2,55% menjadi 3,01% pada periode kuartal II 2025 hingga kuartal II 2026.
Pada semester I-2026, total aset HDFA mencapai Rp2,99 triliun, dengan liabilitas Rp2,5 triliun dan ekuitas Rp493 miliar.
Baca Juga: HDFA Bidik Pembiayaan Rp4,15 Triliun pada 2026
Baca Juga: Catatkan Penjualan Rp8,2 Triliun, Laba Bersih MDLA Tumbuh 12,6% di Semester I 2026
Baca Juga: Semen Indonesia Siap Bagikan 100% Laba 2026 sebagai Dividen
Tetap Bidik Ekspansi Pembiayaan
Di tengah perbaikan kinerja, HDFA masih mempertahankan target penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp4,15 triliun sepanjang 2026. Namun, ekspansi akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kualitas debitur dan risiko sektor usaha.
Sebagai perusahaan pembiayaan independen, HDFA juga memiliki fleksibilitas untuk bekerja sama dengan berbagai principal, termasuk dealer alat berat dan kendaraan komersial, serta mitra perbankan.
Ke depan, perusahaan akan memprioritaskan keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan, kualitas aset, profitabilitas, efisiensi, dan akses pendanaan.