Rabu, 22 Juli 2026 - 23:47 WIB
VIVA – Delegasi misi budaya SMA Labschool Kebayoran berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah global dengan memborong sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk dua gelar Grand Prix, pada ajang "38th International Competition and Festival of Folklore, Dance and Music: Etoiles de Paris" yang diselenggarakan di Prancis, pada 12 hingga 21 Juli 2026.
Baca Juga
Keberhasilan ini terasa sangat istimewa karena tim yang terdiri dari 26 siswa dan dua guru pendamping ini menjadi satu-satunya perwakilan dari Benua Asia, bersaing ketat dengan komunitas seni dari enam negara lainnya di seluruh dunia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kepala SMA Labschool Kebayoran, Dr. Suparno, yang memimpin langsung delegasi di Paris, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian luar biasa para siswanya.
Baca Juga
"Alhamdulillah, tahun ini kita kembali mendapatkan Grand Prix. Secara keseluruhan, kita meraih empat juara pertama, dua juara kedua dari berbagai cabang, serta Grand Prix di dua kategori. Anak-anak menjalankan kegiatan ini dengan penuh sukacita karena bisa bertemu dan berkompetisi dengan komunitas dari seluruh dunia," ujar Dr. Suparno.
Prestasi gemilang di Benua Eropa ini diraih bukan tanpa rintangan. Pihak sekolah mengungkapkan bahwa tantangan terbesar selama persiapan adalah menyamakan visi dan membangun kesungguhan dalam diri para siswa bahwa kepergian mereka ke Paris adalah untuk misi kompetisi yang serius, bukan sekadar kunjungan biasa.
Baca Juga
Tantangan tersebut semakin berat ketika menyadari bahwa beberapa tim lawan yang berkompetisi di ajang ini merupakan penari profesional yang telah memiliki jam terbang tinggi. Sementara itu, tim SMA Labschool Kebayoran murni beranggotakan pelajar sekolah menengah atas yang berstatus non-profesional. Namun, dedikasi, kedisiplinan, dan latihan keras para siswa terbukti mampu menandingi dan bahkan mengalahkan kehebatan para penari profesional tersebut.
Dalam kompetisi bergengsi ini, kontingen Labschool membawakan beragam tarian daerah yang merepresentasikan kekayaan budaya Nusantara. Penampilan puncak yang berhasil menyabet gelar tertinggi Grand Prix untuk kategori Main Group Performance adalah Tari "Sanghyang Geni" asal Bali yang dibawakan secara apik dan bertenaga oleh 26 penari.
Tidak hanya di kategori grup utama, kepiawaian para siswa juga diapresiasi tinggi pada kategori kelompok kecil dan solo. Berikut adalah rincian capaian medali SMA Labschool Kebayoran di Etoiles de Paris 2026:
- Kategori Main Group: Grand Prix (Tari Sanghyang Geni - Bali)
- Kategori Solo Dancer: Juara 1 / Grand Prix (Tari Bajidor Kahot - Jawa Barat)
- Kategori Solo Dancer: Juara 2 (Tari Piring Sofyani - Sumatera Barat)
- Kategori Duo Dancer: Juara 1 (Tari Kembang Kipas - Betawi)
- Kategori Trio Dancer: Juara 1 (Tari Angin Mamiri - Sulawesi Selatan)
- Kategori Quadro Dancer: Juara 1 (Tari Mambo Simbo - Papua)
- Kategori Trio Dancer: Juara 2 (Tari Rantak Indang - Sumatera Barat)
Keikutsertaan di festival bergengsi Eropa ini merupakan pelaksanaan Misi Budaya ke-20 yang telah diselenggarakan oleh SMA Labschool Kebayoran sejak tahun 2004. Menurut Dr. Suparno, ajang ini lebih dari sekadar kompetisi, melainkan sarana edukasi karakter dan diplomasi yang kuat untuk mempromosikan Indonesia di kancah internasional.
Halaman Selanjutnya
Kemenangan gemilang di ajang Etoiles de Paris 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa kesungguhan dan kecintaan generasi muda terhadap warisan leluhur mampu melampaui batas dan menaklukkan panggung dunia. Keberhasilan menyingkirkan penari-penari profesional internasional—sekaligus memborong penghargaan tertinggi—menegaskan posisi SMA Labschool Kebayoran bukan sekadar peserta lomba biasa, melainkan duta bangsa yang tangguh. Melalui harmoni gerak dari Bali, Jawa Barat, hingga Papua, mereka telah membuktikan bahwa pelestarian seni tradisional adalah jembatan diplomasi terbaik untuk membuat pesona Nusantara berpendar terang di mata dunia.