Jakarta, CNN Indonesia --

Serangan mematikan militer Amerika Serikat telah menghantam bandara, jembatan, dan kereta api di Kota Bandar Abbas, Iran selatan, dekat Selat Hormuz selama Kamis (16/7) malam.

Media pemerintah Iran IRIB melaporkan tiga ledakan terdengar di sekitar bandara, dan setidaknya satu proyektil AS menghantam Bandara Iranshahr.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beberapa menit yang lalu, Stasiun Persimpangan Kereta Api Bandar Abbas juga menjadi sasaran musuh Amerika. Menurut laporan ini, dua warga Iran terluka dalam serangan itu," lapor media Iran Mehr di Telegram, dikutip AFP.

Sementara itu laporan resmi menyebutkan serangan udara di dua jembatan di Provinsi Hormozgan. Serangan juga disebut menewaskan dua orang dan menyebabkan empat orang luka-luka.

Komando Pusat AS (CENTCOM) sebelumnya mengumumkan bahwa mereka meluncurkan gelombang serangan baru pada Kamis malam, untuk melemahkan kemampuan militer Iran.

AS telah meluncurkan serangan selama enam hari berturut-turut terhadap iran.

TV pemerintah Iran juga melaporkan dua ledakan di Kota Bushehr, tempat pembangkit nuklir sipil satu-satunya Iran, sebagai "kelanjutan agresi musuh Amerika", serta serangkaian ledakan yang tidak diketahui pelakunya di Bandar Abbas.

Teheran sebelumnya telah memperingatkan akan menargetkan infrastruktur di seluruh wilayah, jika Presiden AS Donald Trump menindaklanjuti ancamannya untuk menyerang pembangkit listrik dan jembaran Iran.

Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) juga menyerang pangkalan udara AS di Yordania dengan rudal balistik, sebagai tanggapan atas serangan AS di dekat rumah sakit kanker anak, juga dekat Ahvaz.

Trump sebelumnya mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan Iran, kecuali Teheran kembali ke meja perundingan.

"Seluruh infrastruktur di kawasan itu akan hancur," ujar Trump.

(dna)

Add

as a preferred
source on Google