Rabu, 15 Juli 2026 - 10:32 WIB
Jakarta, VIVA – Harga minyak dunia kembali mencatatkan lonjakan pada perdagangan Rabu, 15 Juli 2026, seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kekhawatiran pasar terhadap terganggunya pasokan energi global menjadi faktor utama yang mendorong reli harga minyak selama dua hari berturut-turut.
Baca Juga
Berdasarkan data Refinitiv hingga pukul 09.20 WIB, harga minyak mentah Brent naik menjadi US$85,72 per barel, menguat 1,17 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level US$84,73 per barel.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga melanjutkan penguatannya ke posisi US$80,12 per barel, atau naik 0,98 persen dari penutupan sebelumnya di level US$79,34 per barel.
Baca Juga
Kenaikan tersebut memperpanjang tren positif harga minyak yang sudah terjadi sejak awal pekan di tengah meningkatnya risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Harga Minyak Naik Tajam dalam Dua Hari
Baca Juga
Lonjakan harga minyak tidak hanya terjadi dalam satu hari perdagangan. Dalam dua hari terakhir, harga minyak dunia mengalami penguatan signifikan.
Tercatat, harga Brent telah melonjak sekitar 2,9 persen, sedangkan WTI menguat lebih dari 2,5 persen.
Bahkan jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada 10 Juli 2026, kenaikan harga minyak jauh lebih tajam. Brent telah menguat hampir 13 persen, sementara WTI naik lebih dari 12 persen.
Pergerakan tersebut menunjukkan pelaku pasar mulai memasukkan faktor risiko geopolitik yang semakin besar terhadap prospek pasokan energi dunia.
Konflik AS-Iran Jadi Pemicu Reli Harga Minyak
Kenaikan harga minyak dipicu oleh memanasnya kembali konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Presiden AS Donald Trump kembali memberlakukan blokade laut terhadap seluruh pelabuhan Iran. Sebagai respons, Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer dan infrastruktur Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik akan semakin meluas dan berdampak pada distribusi minyak dunia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mengutip Reuters, militer Amerika Serikat pada Rabu dini hari kembali melancarkan serangan yang ditujukan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam melakukan serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Di sisi lain, Teheran menyatakan kembali menutup jalur pelayaran tersebut setelah konflik dengan Amerika Serikat kembali pecah pada pekan lalu.
Halaman Selanjutnya
Selat Hormuz Jadi Perhatian Pasar