Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga Bitcoin (BTC) menguat 1,11 persen menjadi US$83.857 per koin pada perdagangan Senin (12/10/2026) pagi. Pergerakan ini terjadi ketika investor menanti sinyal pembelian Bitcoin terbaru dari Strategy, perusahaan yang dipimpin Michael Saylor dan dikenal mengakumulasi aset kripto tersebut.

Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 09.20 WIB, Bitcoin bergerak dalam rentang Rp1,479 miliar hingga Rp1,503 miliar per koin. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp30,13 kuadriliun, dengan volume transaksi selama 24 jam sebesar Rp248 triliun.

Meski menguat dalam perdagangan harian, Bitcoin masih terkoreksi 3,12 persen dalam sepekan. Namun, dalam 30 hari terakhir, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar tersebut masih mencatatkan kenaikan 8,52 persen.

Mengutip Cointelegraph, pelaku pasar menantikan pengumuman pembelian Bitcoin terbaru Strategy. Executive Chairman Strategy Michael Saylor memberikan sinyal melalui unggahan di platform X dengan menulis, "Selalu ada ruang untuk lebih banyak warna oranye."

Unggahan tersebut memicu perhatian investor yang memantau kemungkinan penambahan Bitcoin ke dalam kas perusahaan. Meski demikian, pembelian terbaru Strategy belum dapat dipastikan hanya berdasarkan pesan tersebut.

Pada periode 28 September hingga 4 Oktober 2026, Strategy membeli 334 BTC senilai US$28,7 juta. Berdasarkan formulir 8-K tertanggal 5 Oktober, kepemilikan Bitcoin perusahaan tersebut mencapai 848.000 BTC.

Pada periode yang sama, Strategy juga membeli kembali sekitar 1,77 juta saham preferen STRC senilai US$176,3 juta. Nilai pembelian kembali saham preferen tersebut lebih dari enam kali lipat nilai pembelian Bitcoin dalam periode yang sama.

Analis menilai langkah tersebut dapat mengindikasikan bahwa Strategy memilih menghimpun dana terlebih dahulu sebelum menggunakannya untuk menambah kepemilikan Bitcoin pada periode berikutnya.

Analis independen Shanaka Anslem Perera pada Sabtu (10/10/2026) mencatat Strategy menghimpun US$5,41 miliar melalui penerbitan saham biasa baru pada kuartal III 2026. Pada akhir kuartal tersebut, kepemilikan Bitcoin perusahaan tercatat bertambah 1.666 BTC dibandingkan akhir Juni.

Sementara itu, sejumlah aset kripto utama lainnya turut menguat pada perdagangan Senin pagi. Ethereum (ETH) naik 1,95 persen menjadi Rp45,72 juta per koin, sedangkan BNB menguat 0,86 persen ke Rp13,49 juta per koin.

Baca Juga: Bitcoin Turun ke US$82.411, Ketegangan AS-Iran Tekan Pasar Kripto

Baca Juga: Bitcoin Merah Lagi, Harganya Jatuh ke US$83.088

Baca Juga: The Fed Masih Hadapi Inflasi, Indodax Ingatkan Investor Kripto Jangan Salah Baca Pasar

Solana (SOL) meningkat 1,48 persen menjadi Rp1,99 juta per koin, sementara XRP naik 0,57 persen ke Rp25.194 per koin.

Di kelompok aset kripto lainnya, TRON (TRX) menguat 0,03 persen menjadi Rp5.911 per koin. Dogecoin (DOGE) naik 1 persen ke Rp1.551 per koin, Cardano (ADA) bertambah 0,71 persen menjadi Rp4.481 per koin, dan Chainlink (LINK) menguat 2,97 persen ke Rp239.482 per koin.

Bitcoin Cash (BCH) mencatatkan kenaikan terbesar di antara sejumlah aset kripto yang disebutkan, yakni 3,26 persen menjadi Rp5,13 juta per koin.