Jakarta -
Pada usia kehamilan 22 minggu, perut Bunda sudah semakin terlihat membesar. Bunda juga bisa merasakan gerakan bayi di dalam perut dengan lebih jelas, meski pengalaman ini bisa berbeda-beda pada setiap ibu hamil.
Pada fase ini, Bunda masih berada di trimester kedua. Tubuh terus menyesuaikan diri dengan pertumbuhan rahim dan janin sehingga beberapa keluhan kehamilan masih bisa terasa.
Sebenarnya, hamil 22 minggu apa yang dirasakan? Apa saja perubahan yang terjadi pada tubuh ibu hamil dan bagaimana perkembangan janin pada usia kehamilan ini?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hamil 22 minggu berarti Bunda sudah memasuki pertengahan trimester kedua. Sebagian ibu hamil mulai merasa lebih nyaman dibandingkan trimester pertama karena mual dan muntah biasanya sudah berkurang.
Namun, bukan berarti kehamilan 22 minggu bebas dari keluhan. Pertumbuhan rahim, perubahan hormon, dan bertambahnya ukuran janin dapat menimbulkan beberapa sensasi baru.
Berikut beberapa hal yang mungkin Bunda rasakan saat hamil 22 minggu yang dirangkum dari berbagai sumber.
1. Gerakan janin mulai terasa
Ini salah satu momen yang paling ditunggu saat kehamilan, yakni ketika Bunda mulai merasakan gerakan janin. Pada usia kehamilan 22 minggu, gerakan janin mungkin masih terasa seperti gelembung kecil, kedutan, atau sentuhan dari dalam perut. Seiring bertambahnya usia kehamilan, gerakan tersebut biasanya semakin mudah dikenali.
Menurut NHS, pada minggu ke-22 Bunda mungkin sudah mulai merasakan gerakan bayi. Namun, waktu dan sensasi saat pertama kali merasakan gerakan bayi bisa berbeda pada setiap ibu.
2. Perut semakin membesar
Bunda tak perlu membandingkan ukuran perut dengan ibu hamil lainnya yang usia kehamilannya sama. Saat hamil, rahim terus membesar untuk memberi ruang bagi pertumbuhan janin sehingga perut Bunda biasanya semakin terlihat.
Namun, ukuran dan bentuk perut setiap ibu hamil tidak selalu sama. Tampilan perut dapat dipengaruhi beberapa faktor, seperti apakah ini kehamilan pertama, bentuk tubuh, dan posisi janin.
3. Punggung atau pinggang terasa pegal
Pertumbuhan rahim dan perubahan pusat gravitasi tubuh dapat membuat punggung atau pinggang terasa lebih mudah pegal. Bunda bisa merasakan keluhan ini setelah berdiri atau duduk terlalu lama.
Agar tubuh tetap nyaman, cobalah mengubah posisi secara berkala dan melakukan aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi kehamilan.
4. Kram kaki
Sebagian ibu hamil mengalami kram pada kaki, termasuk ketika sedang beristirahat atau tidur. Jika kram sering terjadi atau membuat Bunda merasa terganggu, cobalah menyampaikannya saat pemeriksaan kehamilan agar dokter atau bidan dapat menilai kondisi tersebut.
5. Heartburn
Rasa panas atau terbakar di dada alias heartburn juga dapat muncul selama kehamilan. Perubahan hormon dan pertumbuhan rahim dapat berperan dalam munculnya keluhan ini.
Makan dalam porsi lebih kecil, menghindari makanan yang memicu keluhan, serta tidak langsung berbaring setelah makan dapat membantu sebagian ibu hamil.
6. Perubahan pada kulit dan rambut
Perubahan hormon selama kehamilan juga dapat memengaruhi kulit dan rambut. NHS mencatat bahwa pada minggu ke-22, sebagian ibu hamil mengalami kulit yang lebih berminyak atau berjerawat, serta rambut yang terasa lebih tebal dan berkilau.
Bunda mungkin juga mulai melihat stretch mark di perut, paha, payudara, atau bagian tubuh lainnya.
Perubahan pada ibu hamil saat kehamilan memasuki 22 minggu
Ibu hamil merasakan banyak perubahan di tubuhnya sejak awal kehamilan. Ini karena tubuh Bunda mengalami berbagai perubahan untuk mendukung pertumbuhan janin.
Beberapa perubahan yang umum terjadi pada usia kehamilan 22 minggu antara lain:
- Perut semakin membesar
- Berat badan bertambah
- Payudara semakin besar dan sensitif
- Muncul stretch mark
- Keputihan berwarna putih susu dapat meningkat
- Kulit menjadi lebih berminyak atau muncul jerawat
- Rambut terlihat lebih tebal atau berkilau
- Perubahan suasana hati masih dapat terjadi
Keputihan berwarna putih susu dapat terjadi selama kehamilan. Namun, jika keputihan disertai bau yang tidak biasa, rasa gatal, nyeri, atau perubahan warna yang mencolok, sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Pada usia 22 minggu, beberapa keluhan dari minggu-minggu sebelumnya juga masih bisa dirasakan. NHS mencatat bahwa morning sickness, perubahan suasana hati, ngidam, payudara yang nyeri atau mengeluarkan sedikit cairan, serta keputihan dapat tetap muncul pada fase ini.
Bunda, tidak semua ibu hamil mengalami keluhan yang sama. Ada yang merasa cukup nyaman pada trimester kedua, sementara ibu hamil lainnya masih mengalami pegal, heartburn, kram, atau mudah lelah.
Tips saat hamil 22 minggu
Bunda tetap perlu menjaga pola hidup dan melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin meski sudah memasuki trimester kedua. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:
1. Tetap aktif sesuai kondisi kehamilan
Jika dokter tidak melarang berolahraga, Bunda dapat tetap melakukan aktivitas fisik dengan intensitas yang sesuai.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan ibu hamil tanpa komplikasi untuk melakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu. Durasi tersebut dapat dibagi menjadi beberapa sesi.
Penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Obstetrics & Gynecology and Reproductive Biology juga meninjau 73 penelitian dengan total 7.867 peserta.
Hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas fisik pada kehamilan tanpa komplikasi umumnya memiliki efek positif atau netral terhadap sejumlah parameter kesejahteraan janin dan bayi baru lahir.
Peneliti menyimpulkan bahwa aktivitas fisik selama kehamilan fisiologis aman untuk kesejahteraan janin dan bayi baru lahir jika dilakukan sesuai rekomendasi. Namun, Bunda tidak perlu memaksakan diri.
Jika memiliki kondisi kehamilan tertentu, jenis dan intensitas aktivitas sebaiknya disesuaikan dengan anjuran dokter.
2. Perhatikan asupan makanan
Usahakan makanan sehari-hari tetap beragam dengan sumber protein, sayuran, buah, serta karbohidrat dan lemak dalam jumlah yang sesuai kebutuhan.
Jika dokter memberikan vitamin atau suplemen kehamilan, konsumsi sesuai anjuran. Bunda juga dapat mendiskusikan kebutuhan nutrisi saat pemeriksaan kehamilan.
3. Cukupi kebutuhan cairan
Minum air yang cukup sepanjang hari, terutama ketika cuaca panas atau Bunda banyak beraktivitas. Cobalah membawa botol minum sendiri karena dapat membantu Bunda lebih mudah memenuhi kebutuhan cairan.
4. Istirahat yang cukup
Tubuh masih bekerja lebih keras selama kehamilan sehingga rasa lelah tetap bisa muncul meskipun sudah memasuki trimester kedua. Berikan waktu untuk beristirahat ketika tubuh mulai terasa lelah.
Bunda juga bisa mencari posisi tidur yang paling nyaman seiring ukuran perut yang semakin besar.
5. Jangan melewatkan pemeriksaan kehamilan
Pemeriksaan rutin membantu dokter atau bidan memantau kondisi Bunda dan perkembangan janin. Sampaikan juga keluhan baru yang muncul, terutama jika terasa berat, menetap, atau berbeda dari keluhan kehamilan yang biasanya Bunda alami.
Perdarahan, nyeri perut hebat, keluar cairan yang dicurigai sebagai air ketuban, demam, sakit kepala berat, gangguan penglihatan, atau keluhan lain yang terasa tidak biasa sebaiknya segera dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.
Perkembangan janin saat bulan hamil 22 minggu
Menurut NHS, panjang janin pada minggu ke-22 sekitar 27,8 cm dari kepala hingga kaki. Kira-kira sudah sebesar ubi jalar. Pada usia ini, paru-paru masih berkembang dan janin mulai melakukan gerakan seperti latihan bernapas di dalam rahim.
Janin juga mulai menelan sejumlah kecil cairan ketuban. Cairan tersebut masuk ke saluran pencernaan dan nantinya berperan dalam proses perkembangan sistem pencernaan.
Gerakan janin juga semakin aktif sehingga Bunda mungkin mulai merasakan tendangan atau gerakannya dari dalam perut.
Pada usia kehamilan ini, tubuh janin terus bertumbuh dan berkembang. Namun, angka panjang atau berat janin yang tercantum dalam panduan kehamilan tidak perlu dijadikan patokan tunggal untuk menilai apakah perkembangannya normal.
Dokter akan menilai perkembangan janin berdasarkan usia kehamilan dan hasil pemeriksaan, termasuk pemeriksaan USG bila diperlukan.
Kalau Bunda bertanya-tanya hamil 22 minggu apa yang dirasakan? Bunda mungkin mulai merasakan gerakan janin lebih jelas, perut yang semakin membesar, pegal pada punggung, kram kaki, heartburn, hingga berbagai perubahan pada kulit dan rambut.
Setiap kehamilan tetap bisa terasa berbeda. Yang terpenting, jaga kesehatan selama trimester kedua, tetap aktif sesuai kondisi, penuhi kebutuhan nutrisi dan cairan, serta lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)