Jakarta (ANTARA) - Psikolog klinis dewasa Miki Amrilya Wardati, S.Psi., M.Psi., Psikolog mengatakan bahwa upaya untuk menjaga kesehatan mental bisa dimulai dengan memenuhi kebutuhan dasar tubuh dan menjaga kesehatan fisik.

Dalam acara temu media di Jakarta, Kamis, Miki menyampaikan bahwa kesehatan tubuh dapat dijaga dengan menerapkan pola hidup sehat, termasuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang, cukup tidur dan istirahat, dan berolahraga teratur.

Selain menjaga kesehatan fisik, ia mengatakan, penting pula memahami kondisi diri sendiri dan mengenali sinyal-sinyal yang disampaikan oleh tubuh.

"Sebetulnya kita juga perlu tahu setiap hari ke hari itu kondisi diri seperti apa. Apakah ada yang tidak biasa, sesuatu yang dianggap mengganjal, jadi kita harus kenal sinyal tubuh apakah ada sesuatu atau tidak. Itu sebagai alarm awal," katanya.

Upaya lain yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental, ia melanjutkan, adalah berusaha tetap terhubung dengan orang lain.

"Tetap berinteraksi, tetap berkomunikasi, walaupun mungkin intensitasnya akan berbeda-beda tiap karakteristik. Karena itu juga me-maintain kondisi kesehatan mental kita," kata anggota Ikatan Psikolog Indonesia itu.

Meluangkan waktu untuk melakukan sesuatu yang bernilai dan bermakna, menurut Miki, juga penting dalam upaya untuk menjaga kesehatan mental.

Mitra Psikolog Halodoc itu mengatakan bahwa menekuni hobi dan melakukan kegiatan-kegiatan yang disukai bisa menghadirkan emosi positif.

Baca juga: Pemerintah upayakan layanan kesehatan jiwa ditanggung BPJS

Miki mengemukakan perlunya setiap individu mengedukasi diri untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai kesehatan mental.

Pemahaman mengenai kesehatan mental dapat membantu orang mengenali kondisi diri sendiri dan membuat orang lebih peka terhadap keadaan orang-orang terdekat.

"Jadi, penting kita mengedukasi diri bagaimana sih kriteria atau gambaran orang yang sehat mental itu, sehingga kalau misalkan ada sesuatu yang beda, jadi kita bisa memberikan support," kata Miki.

Kalau mendapati tanda-tanda alarm yang mengindikasikan kondisinya tidak baik-baik saja, ia mengatakan, maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga profesional.

Dia mengemukakan bahwa pengetahuan tentang kesehatan mental kadang membuat orang mendiagnosis kondisi sendiri, padahal tindakan yang demikian bisa membahayakan.

"Itu kan menjadi bahaya ya karena salah memahami diri kita. Kalau sudah salah memahami seperti itu, otomatis kan nanti apa yang harus dilakukannya juga menjadi salah, menjadi tidak sesuai," kata Miki.

Baca juga: Mengeluh ada baiknya, tapi bisa berdampak buruk kalau keseringan

Baca juga: Ciri hubungan "toxic" keluarga dan dampaknya bagi kesehatan mental

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.