Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:31 WIB
Jakarta, VIVA – Setahun lebih berjalan, dinamika Sekolah Rakyat semakin penuh tantangan lantaran latarbelakang siswa sangat beragam serta kompleksitas sistem pendidikan berasrama.
Baca Juga
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan dinamika yang ada dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat harus mendapatkan penanganan tepat. Untuk itu diperlukan konsolidasi, penguatan tata kelola, serta monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Saya hari ini sekali lagi bertemu dengan seluruh kepala sekolah rakyat yang datang dari berbagai daerah untuk melakukan konsolidasi," ujar Gus Ipul usai kegiatan Penguatan Kapasitas Manajerial Kepala Sekolah dalam Penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Swiss-belhotel Waterfront Makassar, Selasa (27/10/2026).
Baca Juga
Dalam kesempatan ini Gus Ipul menegaskan dia bersama Wamensos Agus Jabo Priyono memberi atensi khusus terhadap perkembangan-perkembangan yang ada di sekolah rakyat.
"Karena kita tahu bahwa tantangan dan dinamika di sekolah rakyat memang perlu mendapatkan penanganan yang baik," katanya.
Baca Juga
Dia menyebut selain latar belakang yang berbeda, hampir seluruh siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga rentan dengan luka sosial yang selama ini dipendam. Mereka juga sebagian kurang terdidik karena belum mendapatkan akses pendidikan yang baik. "Kadang juga ada pola asuh yang tidak sesuai, sehingga anak-anak ini memiliki kebiasaan yang berbeda-beda," jelasnya.
Selanjutnya ada juga di antara mereka adalah korban kekerasan. Juga ada yang menghadapi masalah-masalah mental. "Semuanya ini harus didampingi dengan penuh empati," tuturnya.
Dengan kondisi semacam ini tantangan selanjutnya adalah membuat mereka setara sehingga dapat mengikuti proses pendidikan dan pembentukan karakter dengan baik. Maka dari itu setiap siswa yang masuk sekolah rakyat diawali dengan tes kesehatan, lalu dilakukan rehabilitasi di sentra-sentra Kemensos jika dibutuhkan, sebelum mengikuti proses pembelajaran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di saat bersamaan jumlah siswa terus bertambah seiring perkembangan Sekolah Rakyat yang tersebar di 182 titik di seluruh Indonesia, untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Anak-anak SD berkutat dengan masalah kemandirian, anak SMP dengan masa-masa pubernya, dan anak SMA yang beranjak dewasa.
"Jadi banyak masalah, banyak dinamika, yang ini terus berusaha kita dekati dengan cara yang baik, dengan cara yang sesuai prosedur, mengikuti norma, tetapi juga menghormati, menghargai siswa-siswa itu sebagai manusia," katanya.
Halaman Selanjutnya
Kendati demikian, Gus Ipul bersyukur secara keseluruhan penyelenggaraan Sekolah Rakyat hingga kini berjalan lancar. Baik dari sisi peserta didik, kurikulum pembelajaran, sarana prasarana, tenaga kependidikan serta fasilitas penunjang lainnya.