Minggu, 26 Juli 2026 - 10:00 WIB
Jakarta, VIVA – Pemerintah Yaman menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan koalisi pimpinan Arab Saudi dan mitra internasional, demi meredam ancaman serta melindungi jalur perairan vital di tengah meningkatnya ketegangan dengan kelompok Houthi.
Baca Juga
Pernyataan itu disampaikan Ketua Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman, Rashad al-Alimi, menyusul konfirmasi koalisi pimpinan Saudi yang melancarkan serangan militer proporsional terhadap sasaran Houthi di Provinsi Al-Hudayda sebagai bentuk perlindungan bagi kapal-kapal yang berlayar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Langkah ini diambil usai Houthi mengancam akan melarang pelayaran yang terafiliasi dengan Saudi, di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb.
Baca Juga
Kapal Fregat AL Jerman Hessen dikerahkan ke Laut Merah melawan Houthi
Photo :
- Sina Schuldt/dpa via AP
Melalui media sosial X pada Sabtu kemarin, Alimi, menyatakan kerja sama tersebut juga berfokus pada penanganan terorisme, penyelundupan, dan kejahatan terorganisasi.
Baca Juga
"Ini merupakan tanggung jawab nasional sekaligus komitmen yang tak tergoyahkan terhadap keamanan Yaman, kawasan, dan perdamaian global," kata Alimi, dikutip Minggu, 26 Juli 2026.
Alimi menuding kelompok Houthi dan para pendukungnya merusak peluang deeskalasi. Dia menilai, tindakan tersebut sengaja menyeret negara ke dalam krisis yang beruntun, demi melayani agenda rezim Iran.
Dia menegaskan, aspirasi rakyat Yaman untuk membangun negara yang bermartabat dan stabil, tidak akan pernah menjadi bahan tawar-menawar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurutnya, kelompok Houthi tidak memiliki pilihan selain menuruti kehendak rakyat.
"Eskalasi yang terus berlanjut hanya membuang waktu dan menguras sumber daya Yaman tanpa sedikit pun melemahkan tekad publik untuk mengakhiri kudeta dan memulihkan otoritas negara," ujarnya. (Ant).
Indonesia Kecam Keras Serangan Kapal Komersial di Laut Merah, Kemlu: Ancam Perdagangan Dunia
Indonesia menilai aksi tersebut bukan hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga mengancam keselamatan pelayaran global, kelancaran perdagangan internasional, serta
VIVA.co.id
24 Juli 2026