Jakarta (ANTARA) - Penyerang Norwegia Erling Haaland mengaku penampilan bersejarah negaranya di Piala Dunia 2026 telah mengubah hidupnya, meski langkah mereka harus terhenti di babak perempat final setelah kalah 1-2 dari Inggris.
"Semua ini terasa tidak nyata. Saya rasa turnamen ini telah mengubah saya sebagai pribadi. Saya juga merasa berkembang, bisa dibilang seperti itu," kata Haaland yang dikutip dari FIFA pada Minggu.
Norwegia harus mengakhiri perjalanan impresifnya setelah dikalahkan Inggris akibat dua gol Jude Bellingham. Dalam laga tersebut, Haaland yang sebelumnya mencetak tujuh gol dalam empat pertandingan beruntun berhasil diredam lini belakang The Three Lions.
Meski kecewa gagal melaju ke semifinal, penyerang Manchester City itu mengaku bangga bisa membawa Norwegia mencatatkan pencapaian terbaik sepanjang sejarah mereka di Piala Dunia.
"Sulit mencerna semua yang telah terjadi saat melihat kembali pertandingan-pertandingan yang kami jalani. Namun, rasanya sangat istimewa bisa menjadi bagian dari turnamen yang dulu hanya saya saksikan dari kejauhan, dan kini saya mengalaminya sendiri," ujarnya.
Baca juga: Jude Bellingham bawa Inggris ke semifinal setelah kalahkan Norwegia
Baca juga: Suporter timnas Norwegia kenang mahalnya Piala Dunia 2026
Haaland menilai perjalanan Norwegia di Piala Dunia 2026 berhasil menyatukan seluruh masyarakat negaranya dan menciptakan kenangan yang tidak terlupakan.
"Saya merasakan kebanggaan yang luar biasa. Saya benar-benar terharu ketika memikirkan betapa baiknya penampilan kami, rasa persatuan yang tercipta di Norwegia, serta semangat dan kebahagiaan yang kami rasakan, baik di rumah maupun di sini," katanya.
Pemain berusia 25 tahun itu yakin penampilan Norwegia, termasuk kemenangan mengejutkan atas juara dunia lima kali Brasil di babak 16 besar, telah mengubah cara dunia memandang sepak bola negaranya.
"Ini sudah menjadi tujuan saya sejak lama. Saya rasa setelah turnamen ini kami berhasil menempatkan Norwegia di peta sepak bola dunia. Sekarang tugas kami adalah mempertahankan standar itu," katanya.
"Kami membuktikan bahwa kami mampu mengalahkan salah satu tim terbesar di dunia, Brasil. Pada akhirnya kami kalah dari Inggris, tetapi kami memaksa mereka bekerja sangat keras. Mungkin hasilnya saja yang bisa berbeda," ujar dia menambahkan.
Haaland optimistis generasi emas Norwegia masih memiliki masa depan cerah dengan peluang tampil di Piala Dunia dan Piala Eropa berikutnya.
"Kami masih punya Piala Dunia (2030) dan Piala Eropa (2028) di depan kami. Sekarang saatnya benar-benar menunjukkan eksistensi kami. Kami memiliki generasi pemain yang luar biasa," katanya.
Baca juga: FIFA bantah bola sentuh kabel pada gol Inggris ke gawang Norwegia
Baca juga: Harry Kane puji mentalitas Inggris saat bangkit singkirkan Norwegia
Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.