Banda Aceh (ANTARA) - Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Ar-Raniry, Prof Muhammad Siddiq Armia yang mewakili Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia versi Stanford University - Elsevier menempati peringkat pertama daftar Top 2 persen Scientist Worldwide Tahun 2026.
“Alhamdulillah, nama kami kembali tercatat dalam daftar Top 2 persen Scientist Worldwide 2026. Peringkat kali ini lebih bagus dari tahun sebelumnya,” kata Siddiq dalam keterangan diterima di Banda Aceh, Minggu.
Ia menjelaskan selain dirinya, terdapat nama Prof Mursyid Djawas yang juga dari FSH UIN Ar-Raniry di urutan di bawahnya. Total sebanyak 7 nama akademisi UIN se-Indonesia masuk dalam daftar ilmuwan top dunia.
Sesuai peringkatnya, mereka adalah Siddiq Armia, Mursyid Djawas, Hariyanto (UIN Purwokerto), Saiful Mujani (UIN Jakarta), Khairunnisa Musari (UIN Jember), Maila DH Rehiem (UIN Jakarta) dan Habibis Saleh (UIN Riau).
Siddiq Armia mengaku selalu melakukan transfer ilmu level dunia kepada akademisi muda dan mahasiswa, terutama kemampuan dalam menulis dan publikasi di jurnal internasional.
Baca juga: Menag: UIN Ar-Raniry Aceh harus jadi pusat peradaban Islam modern
Selain di UIN Ar-Raniry, alumnus Dayah Darussaadah Teupin Raya, Pidie, ini dikenal kerap menjadi dosen tamu (visiting lecturer) dan penguji disertasi (external examiner) di berbagai kampus ternama di Indonesia dan dunia.
Alumnus MAN Beureunuen tersebut sering mendapat undangan mengajar atau menguji disertasi S3 di kampus-kampus ternama di Inggris, Maroko, UEA, Qatar, Filipina, Thailand, Korea, Malaysia, dan sejumlah negara lain.
Pada akhir Agustus hingga September 2026 lalu Siddiq menjadi akademisi yang mewakili Indonesia dalam pertemuan ilmiah Tingkat global bersama akademisi dari 20 negara di dunia di markas PBB Jenewa, selain berkunjung ke gedung Parlemen Inggris (House of Lords).
Muhammad Siddiq Armia menyelesaikan S1 di FSH UIN Ar-Raniry (2000), S2 di Univeritas Indonesia (2004), dan S3 di Anglia Ruskin University, Cambridge, Inggris (2016). Disertasi S3 Studi Komparasi di Mahkamah Konstitusi Jerman.
Spesialisasi keilmuannya dalam bidang Hukum Tata Negara Internasional. Berbagai karyanya tersebar di berbagai jurnal bereputasi internasional dan telah dirujuk ribuan kali oleh akademisi lintas negara.
Pada tahun 2025 nama pria kelahiran Takengon, Aceh Tengah, ini juga muncul dalam daftar yang sama.
Baca juga: BRIN-UIN Ar-Raniry kembangkan konservasi manuskrip terdampak bencana
Baca juga: Akademisi: sinergi lintas sektor jadi kunci pengendalian inflasi Aceh
Pewarta: M Ifdhal
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.