Jakarta (ANTARA) - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran dengan estimasi jarak luncur sejauh 2.000 meter (2 km) ke arah selatan menuju alur Kali Boyong, Kabupaten Sleman, D.I Yogyakarta, pada Sabtu malam.

Dalam siaran Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Badan Geologi yang diterima di Jakarta, Sabtu, menyampaikan peristiwa awan panas guguran tersebut tercatat terjadi pada pukul 20.34 WIB.

"Awan panas guguran terjadi pada pukul 20.34 WIB dengan estimasi jarak luncur 2.000 meter mengarah ke selatan atau alur Kali Boyong," mengutip keterangan resmi BPPTKG.

BPPTKG mencatat guguran awan panas tersebut memiliki amplitudo maksimum 48,66 mm dengan durasi kegempaan berlangsung selama 129,64 detik.

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih ditetapkan pada Level III (Siaga).

Badan Geologi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya, khususnya alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi guna mengantisipasi ancaman guguran lava, awan panas, serta potensi lahar dingin saat hujan turun.

Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang, mematuhi panduan rekomendasi resmi dari BPPTKG/Badan Geologi, serta memantau perkembangan pemutakhiran data aktivitas vulkanik dari sumber terpercaya.

Baca juga: Semeru erupsi terus menerus pada Jumat malam

Baca juga: BPBD Garut: Tim Geologi analisis fenomena di Gunung Papandayan

Baca juga: Pakar dorong mekanisme pembatasan wisata saat status gunung berubah

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Uploader : Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.