
Stellar Blade: Blood Rain AI — Lewat Summer Game Fest 2026, SHIFT UP resmi mengumumkan seri Stellar Blade baru bertajuk Blood Rain ke publik, membawa Evie sebagai karakter sekaligus protagonis baru.
Kehadiran Evie dalam sekuel tersebut buat developer merilis video musiknya baru-baru ini. Tapi alih-alih disambut baik, video ini justru dikritik karena menggunakan AI.

Melalui kanal YouTube resmi, SHIFT UP suguhkan video musik bertajuk “Wanna be in LOVE” dengan Evie sebagai bintang utama.
Berdurasikan tiga setengah menit, video mengambil latar semesta Blood Rain. Lagu yang dipersembahkan terdengar catchy dan easy listening, namun hampir keseluruhan dari visual, latar, grafis, dan lainnya tampak terlihat tidak natural.
Bahkan, klaim ini semakin diperkuat di bagian akhir video bertuliskan ‘video dibuat dengan aset game Stellar Blade Blood Rain dan diolah ulang dengan bantuan AI.’ Berikut videonya di bawah ini:
Munculnya video musik Stellar Blade Blood Rain ini langsung dibanjiri kritik oleh gamer. Hampir seluruh komentar menyatakan ketidaksukaan mereka terhadap AI, mengingat teknologi ini sedang ngetren dalam industri masa kini.
Bahkan komentar semakin menjadi begitu mengetahui fakta bahwa Kim Hyung Tae, CEO SHIFT UP dikenal vokal menyuarakan AI sebagai solusi untuk bersaing dalam industri game, khususnya pada Amerika Serikat dan Tiongkok.
Langkah SHIFT UP yang all-in lewat promosi Stellar Blade: Blood Rain dengan AI merupakan strategi cukup berani di tengah banjirnya respon negatif pada teknologi tersebut. Gimana tanggapanmu soal ini, Brott?
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Berita Game atau artikel lainnya dari Nadia Haudina. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].
Nadia Haudina
Gamer, weebs, K-popers, pro-wrestling marks, playing Magic: The Gathering cards. An ordinary girl who loves Arknights, Limbus Company, and manga/manhwa.